Selasa, 17 Februari 2026

Yakobus Disebut Sering Berhalusinasi, Penyebab Kematian Menunggu Hasil Visum

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mayat Yakobus dievakuasi dari danau diTanjunguncang, Senin (23/10)

batampos – Polsek Batuaji telah mengembalikan jenazah Yakobus, warga kampung Sintai, Kelurahan Tanjunguncang yang ditemukan tewas mengambang di danau dekat PT Caterpillar Tanjunguncang, Senin (23/10) lalu. Jenazah Yakobus telah menjalani proses visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk memastikan penyebab kematiannya.

Kapolsek Batuaji AKP Sandy Pratama Putra menuturkan, keluarga menolak jenazah Yakobus diotopsi sehingga usai divisum langsung dikembalikan untuk dimakamkan.

“Penyebab kematian masih kita dalam sembari menunggu hasil Visum keluar. Informasi awal masih seperti yang disampaikan keluarga bahwa korban ini sering berhalusinasi. Kemungkinan kematiannya berhubungan dengan kebiasaan halusinasinya itu,” ujar Sandy.


Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Yakobus Ditemukan Tewas Mengambang di Tanjunguncang

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Asmir sebelumnya menuturkan hal yang sama. Kematian korban diduga karena sikap halusinasi yang berlebihan. Korban sering merasakan ketakutan sehingga berjalan tak tentu arah. Korban kemungkinan tenggelam di lokasi kejadian ketika berhalusinasi pada Sabtu akhir pekan sebelumnya.

“Itu keterangan awal yang kita peroleh dan nanti akan diperkuat dengan hasil Visum dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Asmir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yakobus, pria 56 tahun yang dilaporkan hilang, Sabtu (23/10) lalu ditemukan tewas mengambang di danau dekat kawasan PT Cutter Pilar, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Senin (23/10).

Baca Juga: Ini Fakta Pria Berusia 37 Tahun yang Gauli Remaja 14 Tahun di Nongsa

Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh pemancing. Seorang warga yang hendak mancing menemukan jasad nya yang mengambang di semak-semak pinggir kolam. Oleh pemancing tadi temuan itu diinformasikan ke sekuriti PT Caterpillar dan kemudian diteruskan laporan ke Polsek Batuaji. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update