batampos – Don’t judge a book by its cover. Yaps! Tapi, siapa sih yang nggak kepincut untuk mengoleksi buku dengan desain sampul yang cantik? Buku-buku terbitan Wordsworth Editions, misalnya. Penerbit asal Inggris yang beroperasi sejak 1987 itu meluncurkan karya sastra klasik dengan harga terjangkau dan tampilan yang menggugah.
Nadya Syaqina Rahmadanty, salah seorang kolektor buku Wordsworth, mulai mengoleksi sejak Agustus 2021. Koleksi buku pertamanya adalah The Little Prince. ’’Awalnya, aku nggak sengaja lihat ada yang beli buku Wordsworth Collector’s Edition dan diunggah di Twitter, terus waktu searching kok gemes-gemes banget cover-nya. Akhirnya koleksi juga deh,’’ ungkap cewek yang akrab disapa Nadya itu.
Dia memang menyukai buku sejak kecil. Begitu pesanan buku pertamanya datang, Nadya memutuskan menjadi kolektor buku Wordsworth. ’’Gemes banget sama cover-nya! Ceritanya bagus-bagus dan beberapa bukunya ada ilustrasinya, lho!’’ imbuhnya antusias.

Nadya biasa membeli buku Wordsworth di Periplus dan Bookdepository. Bagi dia, momen membuka paket selalu jadi yang ditunggu-tunggu. Apalagi, pesanan bisa sampai 40 hari karena dari luar negeri.
’’Penantian lama langsung terbayarkan deh! Dulu cukup sulit mencari buku edisi ini dan harganya masih murah. Sekarang semakin banyak orang yang buka jastip jadi lebih gampang untuk belinya,’’ tutur Nadya.
Kini koleksi Nadya sudah mencapai 26 buku. Di antaranya, ada Little Women, Emma, Mansfield Park, Pride and Prejudice, Sense and Sensibility, Peter Pan, Jane Eyre, The Secret Garden, Alice in Wonderland, A Christmas Carol, Great Expectations, The Adventures of Sherlock Holmes, The Great Gatsby, The Wind in the Willows, Anne of Green Gables, dan The Little Prince. Wah, banyak juga, ya!
Buku favoritnya adalah Peter Pan. Buku yang membangkitkan childhood memory karena dari kecil dia sudah familier sama filmnya. Untuk perawatan buku, Nadya biasanya menyampul buku hardcover dengan cling wrap.
’’Bahasa Inggris yang digunakan terkadang agak sulit dimengerti. Jadi, saranku beli buku yang kamu suka atau kamu bisa baca dulu review-nya. Kecuali kamu ingin mengoleksi aja, bukan untuk membacanya,’’ pesan kolektor asal Bandung itu. Gimana, tertarik jadi kolektor buku klasik juga? (elv/c12/)


Ada sekitar 500 judul karya sastra klasik yang telah diterbitkan Wordsworth Editions. Mulai genre anak, romansa, misteri dan supranatural, literatur, hingga poetry. Semua koleksi khusus itu dibuat dengan desain cantik yang memikat hati. Mau koleksi yang mana nih? (elv/c12/lai)

Edisi khusus ini menawarkan karya dari para penulis besar. Di antaranya, Jane Austen, Sherlock Holmes, Edgar Allan Poe, dan William Shakespeare. Selain sampulnya yang menawan, kisah yang disajikan mendebarkan. Imajinasimu akan dibawa menjelajah ke negeri – negeri jauh. Kamu juga bisa menikmati edisi spesial itu dalam versi lain karena kisahnya telah difilmkan.


Nah, yang ini edisi paling populer untuk dikoleksi. Masih dengan sampul yang menakjubkan, edisi kolektor memiliki sekuel. Tentu, rasanya akan puas jika bisa mengoleksi seluruh sekuelnya. Misalnya, novel Little Woman karya Louisa May Alcott dan sekuelnya Good Wives, Little Men, dan Jo’s Boys. Wah, cocok nih dijadikan kado!


Buku-buku ini bakal membuat koleksimu wonderful! Ada 15 karya yang cocok dinikmati semua umur. Kisahnya bak negeri dongeng, lho. Misalnya, Peter Pan, Alice in Wonderland, Robin Hood, Anne of Green Gables, dan The Little Prince. Bagian cover juga dilengkapi ilustrasi cerita dengan tone warna yang memanjakan mata. Foil emas untuk judul buku menambah kesan mewah.
![]()
” Sastra Klasik yang Wajib Dibaca”
Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Sebagai penggemar buku tentunya pernah coba membaca buku klasik. Jangan heran kalau beberapa buku nggak pernah dengar judul atau nama pengarangnya atau mungkin nggak pernah lihat di toko buku. Wordworth Editions atau biasa dibilang Buku klasik selalu identik dengan sampul buku yang unik dan juga isiannya yang apik. Plus bahasa inggrisnya yang agak sulit dimengerti. Nah untuk teman – teman zets, Apakah suka buku klasik dan punya berapa koleksinya? Rekomen dong!. Jika tidak suka, alasannya apa nih? Yuk Simak! (*)

Didik Abiyyu Purnomo
Politeknik Negeri Batam
@_ddk01
Okey, pasti sebagian orang mungkin kata ”keren” untuk buku klasik ini is a little less interested. Termasuk aku juga yang sebenarnya kurang membaca buku klasik, karena tidak tertarik. Aku lebih suka baca buku novel dan buku tentang pengalaman hidup yang terkadang berisi kata-kata bijak. Tetapi membaca beragam buku apapun itu bisa saja membantumu dalam memaknai hidup dan turut serta merasakan petualangan seru di dalam imajinasi kita. So, jangan memilih-milih buku karena didalam buku itu pasti terdapat ilmunya masing-masing. (*)

Firnidya Putri
Universitas Islam Indonesia
@firnidyaa
Saya suka buku. Pasti ada rasa ingin membeli semua buku dan membuatnya menjadi perpustakaan pribadi, but it’s impossible. Namun, terkadang saya tinggal unduh saja e-book gratisan di internet. Nah di antara buku itu ada yang belum di baca yaitu buku klasik terbitan wodsworth classic yaitu Frankenstein (Mary Shelley). Rekomen buku klasik sastra ”To Kill a Mockingbird – Harper Lee”, karena buku ini menghantam letak pada salah satu umat manusia yang paling kronis yaitu cenderung untuk berprasangka buruk. Hal ini mungkin dianggap sepele, tapi berapa dari kita tidak menyadari bahwa penyakit telah menggerogoti rasa kemanusiaan dalam bermasyarakat. Alasan membeli buku klasik dari wordswirth ini karena harganya murah dan terjangkau, dan bukunya tebal. Seharusnya harga buku itu memang murah seperti terbitan buku wordsworth. Tetapi yang saya tahu kebanyakan buku baru dan bagus harganya so expensive. (*)

Davin Daniswara Owen Modok
SMK N 1 Batam
@davinowen_
Buku klasik memang bagus, tetapi ada juga yang tidak tertarik. Pasti ada kepikiran emang seseru apasih buku klasik? Mungkin membuat sebagian dari kita mengasosiasikan dengan tulisan puitis, ngawang – ngawang, abstrak dan sulit untuk dimengerti. Well, pada dasarnya nggak pernah mencoba bener-bener baca apalagi menghabiskan satu buku klasik apapun itu. Saya lebih memilih membaca novel walaupun jarang membaca dan hanya membaca 1 atau 2 halaman saja, tetapi novel masih memahami alur dari kisah novel tersebut. Tapi kalo dilihat-lihat kita bisa memilah buku klasik yang bener-bener tepat, ada banyak banget ilmu yang bisa didapatkan dengan melihat banyak perspektif baru dari para penulis yang hidup puluhan bahkan ratusan tahun. (*)



