Kamis, 22 Januari 2026

Youthpreneurship Bootcamp & Festival Indonesia–Malaysia Dorong Generasi Muda Jadi Pengusaha Muda Kreatif

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Youthpreneurship Bootcamp & Festival Indonesia–Malaysia 2025 di Aula Auditorium Politeknik Negeri Batam, Sabtu (29/11).

batampos– Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda semakin mengemuka dengan digelarnya Youthpreneurship Bootcamp & Festival Indonesia–Malaysia 2025 di Aula Auditorium Politeknik Negeri Batam, Sabtu (29/11).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemuda Batam–Kepri–Indonesia dan Malaysia untuk menyiapkan diri menjadi pengusaha sejak usia muda.

Program tersebut merupakan kerja sama Al Ahmadi Entrepreneurship Center dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Direktur Eksekutif Al Ahmadi Entrepreneurship Center, Lisya Anggraini, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ajang pembinaan, kompetisi, sekaligus penguatan jejaring bisnis bagi generasi muda dua negara.

BACA JUGA: Al Ahmadi Entrepreneurship Centre Gelar Diskusi Pariwisata

“Bootcamp ini bertujuan mendorong anak-anak menjadi pengusaha sejak usia muda. Selama tiga hari peserta dibekali pengalaman bisnis langsung, pelatihan, kompetisi, sampai penguatan growth mindset,” ujar Lisya.

Bootcamp yang digelar selama tiga hari tersebut diawali dengan kunjungan bisnis ke Infinite Studio dan toko Teteles untuk memberikan gambaran dunia usaha secara nyata kepada peserta.

Pada hari kedua, digelar kompetisi produk inovatif sekaligus ekshibisi yang menampilkan kreativitas anak muda dari Indonesia dan Malaysia.

“Siangnya kami adakan pelatihan intensif growth mindset. Besok ada sesi youth friendship pengumuman pemenang kompetisi, dan seminar creative entrepreneurship,” jelasnya.

Antusiasme peserta terbilang tinggi, mencapai lebih dari 200 peserta. “Dengan panitia dan seluruh peserta mungkin total 250 orang,” ucap Lisya.

Lisya menilai kreativitas peserta kali ini lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya kuliner, produk inovatif kini meluas ke bidang teknologi dan jasa.

“Mereka ada yang bikin aplikasi, agensi digital, bahkan ada bisnis unik seperti paket foto di angkot tua bernama *roda kenangan. Jadi ide bisnisnya sekarang tidak melulu soal makanan,” katanya.

Youthpreneurship Bootcamp 2025 menjadi program perdana dari Youth Partnership Class Program. Ke depan, Al Ahmadi Entrepreneurship Center menargetkan pelatihan ini menjadi agenda rutin empat kali dalam setahun.

“Dulu program kami fokus untuk UMKM. Sekarang kami perluas untuk youth entrepreneurship agar anak muda punya ruang pendampingan sejak proses merintis usaha,” ujarnya.

Menurut Lisya, usia peserta dibagi dalam dua kategori, yakni teenager (15–18 tahun) dan youth (19–25 tahun). Tantangan terbesar bagi anak muda saat ini bukan kurangnya ide, melainkan kedisiplinan dan konsistensi.

“Anak muda kreatif sekali, idenya banyak. Tapi mereka perlu pendampingan agar ide itu tidak liar dan tetap fokus. Mereka cenderung kurang sabar. Kalau bisnis tidak cepat berhasil, langsung ganti,” paparnya.

Pada penutupan acara hari Minggu (30/11) dijadwalkan hadir Gubernur Kepri. Kegiatan penutup juga akan diisi penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Al Ahmadi Entrepreneurship Center dan UiTM Malaysia yang mengirim 43 delegasi ke Batam. Selain itu, MOU juga akan dilakukan dengan Universitas Ibnusina.

“Dengan MOU ini, kami berharap kerja sama bisa terus berkembang dan membuka peluang kolaborasi baru di masa depan,” tutup Lisya. (*)

Reporter: Azis

Update