
batampos – Batam kembali mencuri perhatian dunia industri. Kamis (24/4/2025), Pegatron Corporation resmi meluncurkan Smart Factory berbasis kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas 5G di kota ini. Inovasi ini memungkinkan pemantauan mesin secara otomatis dan real-time, berkat dukungan infrastruktur digital dari Telkomsel.
Bagi Zenzia Sianica Ihza, President Direktur PT Ihza Integrated Consulting, pemilihan Batam sebagai lokasi pabrik canggih ini bukan kebetulan. Ia menyebut keputusan Pegatron sebagai langkah strategis yang memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Batam.
“Sumber daya manusia di Batam sudah terbiasa dengan dunia manufaktur. Selain itu, letaknya strategis, pasokan listrik cukup, dan kebijakan pemerintahnya pro-investor. Semua ini menjadi alasan kuat mengapa Pegatron memilih Batam,” ujar pria kelahiran Belitung tahun 1986 itu.
Zenzia yang telah mendampingi investor asing di Indonesia selama 11 tahun menilai, kondisi Batam yang ditinggalkan sebagian pelaku industri justru membuka peluang besar bagi perusahaan baru.
“Banyak SDM berpengalaman tapi belum terikat kerja. Ini memudahkan perusahaan seperti Pegatron karena mereka tak perlu repot melatih dari nol. Mereka sudah punya basic knowledge soal dunia manufaktur,” jelasnya.
Optimisme Zenzia terhadap masa depan Batam begitu kuat. Ia bahkan menyebut Batam berpotensi menjadi pusat manufaktur nasional.
“Ini momentum emas. Pemerintah juga mendukung, iklim investasi membaik. Bisa jadi, Batam akan dikenal sebagai ‘Pulau Manufaktur’ terbesar di Indonesia,” tegasnya.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga ekosistem investasi tetap kondusif.
“Pemerintah harus konsisten mempermudah perizinan dan menindak premanisme di lapangan. Kalau itu bisa ditangani, investor pasti nyaman,” tambahnya.
Acara peresmian pabrik berlangsung meriah. Presiden dan CEO Pegatron, Gary Cheng, memotong pita bersama perwakilan Telkomsel, Sekda Kota Batam Jefridin Hamid, serta Menko Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra. Para tamu juga diajak tur ke dalam pabrik, menyaksikan langsung kecanggihan teknologi AI dan sistem pemantauan real-time yang diterapkan.
Melalui PT Pegaunihan Technology Indonesia, Pegatron kini mempekerjakan sekitar 7.500 orang dan menargetkan 10.000 tenaga kerja. Produk yang dihasilkan meliputi modem 5G, sensor IoT, dan periferal komputer—semua dirancang untuk menghadapi era industri digital.
Dengan semangat transformasi dan dukungan sumber daya yang kuat, Zenzia percaya Batam bukan hanya sekadar lokasi pabrik—tapi titik awal masa depan industri Indonesia. (*)



