
batampos – Penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam mulai terkendali. Dalam beberapa pekan terakhir, zona hijau atau kelurahan yang tidak memiliki kasus Covid-19 kembali bertambah.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam hingga 20 Maret 2022 mencatat, sebanyak 32 dari 64 kelurahan berzona hijau. Sementara 31 kelurahan lainnya berzona kuning dan hanya satu kelurahan berzona orange.
“Ya, pasien sembuh kembali bertambah. Sampai hari ini sebanyak 32 kelurahan berzona hijau,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (20/3).
Adapun satu kelurahan berzona kuning itu adalah Taman Baloi, Batam Kota dengan jumlah kasus aktif sebanyak 11 orang.
Terkendalinya Covid-19 di Batam ini juga tidak lepas dari penerapan tracing di masyarakat. Dimana seluruh sumber daya kesehatan diminta meningkatkan tracing. “Sesuai edaran Kemendagri untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15 sudah kita laksanakan di seluruh Puskesmas di Batam,” jelas Kadinkes Batam itu.
Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan meningkatkan tracing menjadi 15 orang, untuk setiap satu kasus positif Covid-19. Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak. Selain itu dalam tracing ini, tenaga kesehatan tiap puskesmas akan melibatkan pemerintah setempat seperti camat, lurah, Babinsa serta dari Bhabinkamtibmas.
“15 orang kontak ini nantinya akan didata untuk selanjutnya di test PCR atau antigen. Jika hasilnya positif akan didata dan tracing juga dilakukan pada 15 orang yang memiliki kontak dengannya,” ungkap Didi.
Sementara itu sepanjang 24 jam terakhir terdapat penambahan 5 orang positif Covid-19, dengan jumlah keseluruhan pasien Covid-19 sebanyak 30.884 orang. Sementara itu terdapat 50 pasien sembuh atau mereka selesai menjalani perawatan dengan keseluruhan 29.882 pasien.
“Meskipun banyak yang sembuh, prokes yang ketat harus tetap dilaksanakan. Bersama-sama kita memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” ungkap Didi.
Diisi lain kasus aktif saat ini berjumlah 101 orang dimana 64 orang menjalani isolasi mandiri dan 29 orang dirawat di rumah sakit. Empat orang dirawat di RSKI dan 4 proses evakuasi. (*)
Reproter : Rengga Yuliandra

