
batampos – Pelaksanaan vaksin booster masih terus digesa Pemerintah Kota Batam. Berdasarkan capaian terbaru total masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin booster yaitu 38.011 atau 46 persen dari target.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan di tengah laju kasus yang belum bisa dihentikan, pemerintah berupaya meningkatkan imun tubuh masyarakat melalui pemberian vaksinasi.
“Alhamdulillah hasilnya sangat baik. Bahkan banyak masyarakat yang antusias untuk mendapatkan vaksin booster ini” ujarnya.
Tenaga medis menjadi salah satu yang prioritas diberikan vaksin booster ini. Hal ini dikarenakan mereka merupakan ujung tombak dalam pengendalian Covid-19 di Batam.
Mereka bertugas untuk melakukan tracing, testing dan treatment (3T) kepada pasien dan kontak erat. Saya tubuh mereka harus tetap kuat, agar dalam menjalan tugasnya mereka bisa maksimal.
“Tahun lalu banyak tenaga medis yang terpapar, dan ada yang meninggal dunia saat awal-awal kasus ini masuk. Saat gelombang ketiga ini saya berharap itu tidak terjadi, makanya kami prioritaskan vaksin booster untuk mereka, dengan harapan mereka imun tubuhnya lebih kuat,” beber Amsakar, Kamis (3/2).
Gelombang ketiga ini diharapkan bisa terkendali dari pendahulunya. Batam berhasil keluar dari zona merah dan bertahan di zona hijau dalam waktu yang cukup lama. Dengan adanya Omicorn yang memiliki daya sebar sangat cepat, diharapkan masyarakat tidak kendor dan membantu pemerintah dengan Protkes yang sudah digaungkan selama ini.
“Kami turun juga, tenaga medis tidak berhenti melakukan tracing dan testing. Sekarang butuh bantuan masyarakat lagi, agar kasus ini cepat dituntaskan,” ungkapnya.
Ia berharap Batam bisa segera keluar dari gelombang ketiga ini. Peran semua pihak sangat membantu pengendalian Covid-19. Amsakar optimis jika tingkat kepatuhan Protkes ini bisa maksimal, maka Batam bisa segera keluar dari gelombang ketiga ini.
Selain booster, vaksin pelajar juga terus digelar. Ditargetkan vaksin pelajar usia 6-11 tahun yang baru dilaksanakan bisa mencapai hasil maksimal. Vaksin anak ini juga merupakan upaya dalam mendukung kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM).
“Imun tubuh anak didik ini juga prioritas kami. Karena mereka rentan terpapar juga. Makanya saya sudah minta Disdik turun dan memastikan Protkes di sekolah berjalan. Jangan ada kelalaian, keselamatan, kenyamanan anak utama saat ini,” pintanya. (*)
Reporter : YULITAVIA

