
batampos-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Batam mencatat selama periode 1 Januari sampai 2 Februari 2022, sebanyak 94 warga Batam terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, satu korban diantaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan berdasarkan laporan yang masuk dari seluruh puskesmas di Batam, sebanyak 85 warga Batam terjangkit DBD sepanjang Januari 2022. Lalu hingga 2 Februari 2022 ini setidaknya ada sebanyak sembilan pasien baru DBD. “Totalnya sampai kemarin ada 94 pasien DBD,” ujarnya, Jumat (4/2).
BACA JUGA: Kasus DBD Meningkat Tiga Bulan Terakhir
Bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini relatif hampir sama. Dimana ada 87 warga Batam terjangkit DBD. Bandingkan periode sama tahun 2020 yakni sebanyak 61 warga.
Didi menambahkan, kasus DBD di Kota Batam terbilang tinggi di setiap tahunnya. Bahkan, Dinkes Batam mencatat tahun 2021 sebanyak 710 orang terjangkit DBD dan empat orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2020 total warga terjangkit sekitar 763 orang dengan empat orang diantaranya meninggal dunia.
“Hampir di seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD ini,” ungkap Didi.
Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Batam untuk penanganan kasus DBD ini. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan ke masyarakat. Sampai dengan menggalakan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan programnya ‘Gerakan 1 rumah 1 jumantik’. “Kita aktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik,” kata Didi.
Adapun tugas para jumantik ini menjadi mitra puskesmas dalam mencegah dan menurunkan angka penyakit DBD. Kader ini juga bertugas memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

