Jumat, 1 Mei 2026

31 Pelajar Reaktif Covid, SMP 9 di Sagulung Tetap Gelar Belajar Tetap Tatap Muka

Berita Terkait

Petugas Puskesmas melakukan swab tes antigen kepada salah seorang siswa SMAN 20 Batam. di SMP 9, belajar tatap muka tetap digelar walau ada 31 pelajar yang reaktif covid. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 09 Batam di Sagulung tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar setelah 31 siswa dan dua orang guru dinyatakan reaktif terhadap Covid-19, akhir pekan lalu. Aktivitas belajar ini dilakukan secara during dan juga tatap muka.

BACA JUGA: 31 Siswa SMP 29 Reaktif Tes Swab, Kembali Terapkan Sistem Belajar During

Kepala SMPN 9 Eny Murtiyastuti mengatakan yang during adalah siswa yang rekan-rekan sekelasnya dinyatakan reaktif Covid-19. Sementara yang lainnya tetap belajar tatap muka namun dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Yang during total ada 18 lokal. Itu adalah lokal dari siswa-siswa yang reaktif tadi. Selain belajar during mereka juga disarankan untuk melakukan swab antigen mendiri di luar,” ujar Eny.

Dijelaskan Eny, terungkapnya puluhan siswanya yang reaktif Covid-19 ini bermula dari pemeriksaan kesehatan seorang siswa. Siswa yang diperiksa ini dinyatakan reaktif sehingga pihak sekolah minta bantuan petugas dari Puskesmas setempat untuk melakukan rapid antigen secara acak kepada 400 an siswa berinteraksi dengan siswa pertama tadi. Hasilnya ada 31 siswa dan dua orang guru yang reaktif sehingga pihak sekolah melapor ke Dinas Pendidikan Kota Batam. Atas instruksi Dinas, sebagian siswa harus belajar secara during dari rumah.

“Total siswa kita semua ada sekitar 1.300 san. Separuhnya belajar during dan separuhnya lagi tatap muka terbatas,” kata Eny.

Untuk 31 siswa dan dua guru yang reaktif tadi, pihak sekolah juga mengharuskan mereka untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. “Harus isoman selama 5×24 jam sambil menunggu hasil pengecekan dari Puskesmas. Untuk sementara itu yang bisa kami terapkan, kebijakan selanjutnya kami masih menunggu arahan dari Disdik,” kata Eny. (*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE