Jumat, 17 April 2026

433 Pasien Covid Meninggal di Batam Tanpa Penyakit Bawaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos.co.id – Seorang pria berusia 32 tahun menjadi kasus tambahan kematian akibat Covid-19 di Kota Batam, Minggu (14/11).

Pria dengan nama Ekky Royce ini menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19  Batam Didi Kusmarjadi, Senin (15/11).

“Ya, ini menjadi pasien Covid-19 ke 841 yang meninggal di Batam,” kata Didi.

Ia menyebutkan, korban belum divaksin dan juga tidak memiliki penyakit bawaan (komorbid).

“Ya, tak ada komorbidnya,” tambah Didi.

Lantas bagaimana hubungan komorbid dengan pasien Covid-19 yang meninggal di Batam, Didi menjawab hampir setengah dari kasus kematian memiliki penyakit bawaan.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam, sebanyak 408 korban meninggal memiliki komorbid. Sisanya 433 lain tidak memiliki penyakit bawaan.

Lalu apa saja komorbid paling banyak menyebabkan pasien positif meninggal dunia? Didi menyebutkan, sebanyak 215 memiliki penyakit bawaan diabetes melitus.

Lalu 181 lain memiliki penyakit hipertensi dan pneumonia atau lebih dikenal dengan radang paru-paru yang angkanya mencapai 104 kasus kematian.

Kemudian ada komorbid sindrom distres pernapasan akut dengan 49 kasus. Disusul ada komorbid gagal jantung atau dikenal dengan congestive heart failure, jumlahnya 38 kasus.

“Ada juga komorbid sepsis dan komorbid tekanan darah tinggi masing-masing ada 32 kasus kematian,” tambah Didi.

Kemudian menyusul pasien gagal ginjal kronis 16 kasus meninggal dan pasien dengan penyakit jantung koroner dan TBC masing-masing 15 kasus.

“Ada juga penyakit lain seperti HIV, asma, paru, gagal ginjal serta penyakit lainnya,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Batam tersebut.

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE