Senin, 19 Januari 2026

Pusat Data Berstandar Internasional Dibangun di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos.co.id – Data Center First Pte Ltd akan membangun proyek data center baru 30 Megawatt (MW) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Nilai investasi tahap awal mencapai 40 juta dolar Amerika. Pembangunan ini akan didesain sesuai standar uptime tier III.

Tier III merupakan data center berstandar internasional dari segi infrastruktur, fasilitas, dan tingkat keamanan. Memiliki tingkat uptime 99,982 persen atau dalam setahun waktu downtime-nya maksimal 1,6 jam.

Pembangunan data center ini diperkirakan selesai akhir 2023. Data Center First adalah operator data center internasional pertama yang beroperasi di Batam.

Peningkatan permintaan penggunaan internet Indonesia yang berkembang pesat didorong oleh industri telekomunikasi di Indonesia yang lebih terbuka dan kompetitif, menjadi daya tarik arus investasi asing yang berkesinambungan ke Indonesia.

Keberadaan data center ini akan ikut memperkuat konektivitas dan jembatan digital antara Nongsa dan Singapura.

”Saya sangat mengapresiasi proyek data center 30 MW yang akan dibangun Data Center First, dan menyambut baik pelaksanaan Tahap 1 proyek senilai USD 40 juta,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, Senin (18/10).

Airlangga memperkirakan, melalui satu proyek ini dapat ditarik arus investasi asing langsung senilai USD 300 juta ke Nongsa Digital Park. Investasi ini dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr Gan Kim Yong, juga menyambut baik peluncuran proyek ini. ”Nongsa One akan memperkuat status Nongsa sebagai hub yang berkembang untuk teknologi dan jasa teknologi informasi juga data center,” ujarnya.

Ia mengatakan, investasi Data Center First memperlihatkan potensi model nearshoring bagi operator data center yang berbasis di Singapura, yang ingin meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan pesatnya permintaan layanan data center di Asia Tenggara.

Singapura, kata Mr Gan Kim Yong, ingin melanjutkan kerja sama erat yang berkesinambungan dengan Indonesia, guna mendukung pengembangan industri data center di Nongsa.

CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, mengatakan, infrastruktur modern membuktikan komitmen NDP dalam menarik Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik. Selain itu, berperan memperkuat jembatan digital dalam peta jalan digitalisasi Indonesia.

”Kami gembira menyambut kehadiran Data Center 30 MW milik Data Centre First dalam ekosistem perusahaan digital yang tengah berkembang dan terbentuk di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, desain unik dari kompleks Data Center 30 MW ini mengusung konsep “powerhouse” unggulan, yang memungkinkan Nongsa One dapat meningkatkan skala kebutuhan listrik secara independen untuk dua gedung di kompleks tersebut.

Chief Executive Data Center First, Ka Vin Wong, mengatakan, keberadaan Nongsa One telah hadir di Nongsa Digital Park, akan menjadi penghubung baru masa depan digital Singapura dan Indonesia. Hal ini terwujud berkat komunitas yang terus bertambah dan keperluan menyediakan layanan independen di sentra bisnis terbaru ini.

”Kami terus menerima minat dari penyelenggara jasa telekomunikasi, penyedia infrastruktur cloud, dan penyedia layanan e-commerce. Saya juga gembira atas pengakuan yang diberikan pelaku pasar. Mereka telah menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang,” ucapnya. (*/jpg)

Update