
batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa Badan Pengusaha (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang, kembali bertambah. Jumlahnya naik menjadi 684 orang, Selasa (23/11/2021).
Akhir pekan sebelumnya jumlah PMI di lokasi karantina sempat turun ke angka 300-an orang, namun dua hari terakhir ada banyak PMI yang kembali ke tanah air melalui Batam sehingga lokasi karantina kembali terisi penuh.
Para PMI ini tetap menjadi fokus perhatian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar tidak menjadi cluster terbaru di tanah air yang saat ini kondisi penyebaran Covid-19 terus melandai.
Gugus Tugas memperketat pengawasan agar para PMI ini tidak berbaur dengan masyarakat di luar sebelum petugas memastikan mereka bebas dari Covid-19.
Untuk memastikan kesehatan mereka, para PMI ini harus menjalani dua kali pemeriksaan swab. Jika hasilnya positif maka dipindahkan ke rumah sakit untuk dirawat hingga sembuh.
“Masa karantina mereka mulai delapan hingga 14 hari. Harus benar-benar pasti hasil testnya biar tidak menjadi cluster terbaru,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa.
Seperti biasa sesuai dengan runutan prosedur penanganan, PMI yang baru kembali ke tanah air harus melalui pemeriksaan kesehatan di pelabuhan ataupun bandara kedatangan.
Setelah itu mereka dibawa ke lokasi karantina untuk menjalani pemeriksaan swab kedua dan menanti hasilnya. Selama di karantina aktifitas mereka diawasi secara ketat. Petugas gabungan secara bergantian bersiaga di lokasi karantina.
Terakhir PMI yang harus dievakuasi ke rumah sakit ada dua orang. Ini adalah PMI dari Malaysia yang baru tiba dalam beberapa hari terakhir. Mereka dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus dirawat terlebih dahulu.
Reporter: Eusebius Sara

