
batampos – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam memastikan kondisi perairan Batam masih aman untuk melakukan pelayaran seperti biasa.
Kepala Pos Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang (PDS) Parsaoran Samosir mengatakan, dari pantauan BMKG kondisi perairan sejauh ini terpantau aman. Seluruh kapal yang sudah terjadwal tetap berangkat seperti biasa.
“Untuk kondisi pelayaran di PDS sampai saat ini masih berjalan baik, cuaca masih dalam keadaan normal,” ujarnya, Kamis (9/12).
Parsaoran mengaku, pihaknya juga selalu berkomunikasi dengan perusahaan kapal dan KSOP seluruh daerah tujuan guna memantau kondisi laut dan gelombang. Jika ada kondisi yang dianggap membahayakan maka pihaknya akan mengeluarkan notes to marine.
Notes marine merupakan pemberitahuan secara tertulis akan disampaikan pihak KSOP kepada perusahaan pelayaran yang melintas di perairan Batam.
“Makanya kita selalu komunikasi untuk memantau kondisi di laut,” jelasnya.
Parsaoran menyebutkan, sejauh ini juga belum ada kapal berangkat dari PDS yang ditunda ataupun dibatalkan keberangkatan karena faktor tingginya gelombang laut.
“Pelayaran di PDS masih berjalan baik dan lancar,” pungkasnya.
Terpisah, PLH Kepala Satuan Kerja PDS Dirman menyebutkan, arus penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang terpantau stabil dan belum ada peningkatan. Tercatat ada 15 trip kapal yang dijadwalkan berlayar ke berbagai pulau.
“Masih seperti biasa. Belum ada peningkatan,” ujarnya.
Untuk syarat keberangkatan di PDS lanjutnya, masih sama, penumpang tujuan dalam provinsi Kepri tak perlu lagi antigen, namun harus sudah vaksin yang kedua. Bagi yang baru satu kali vaksin tetap harus antigen.
Kebijakan ini sudah mulai dijalankan sejak Selasa (5/10). Dimana, tes antigen ditiadakan bagi penumpang yang akan berangkat antar pulau dalam provinsi.
“Ya wajib dosis kedua, kalau masih dosis pertama tetap harus tes antigen,” tuturnya.
Sementara itu, bagi tujuan luar provinsi seperti Dumai, lanjutnya, masih diwajibkan antigen sebagai syarat utama keberangkatan. Selain itu mereka juga telah vaksin minimal dosis pertama.
“Syaratnya masih sama,” ungkapnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

