Jumat, 1 Mei 2026

BTKLPP Pastikan Omicron Belum Masuk Kepri

Berita Terkait

Petugas BTKLPP Batam saat memeriksa sampel covid beberapa waktu lalu. F.Dalil Harahap

batampos – Potensi penyebaran Omicron dan varian baru Covid-19 lainnya di Kepri memang masih terbilang tinggi. Sebab, pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air lewat Batam menjelang natal dan tahun baru (nataru) terus meningkat. Setiap hari ada puluhan yang terkonfirmasi positif.

Rabu (22/12) kemarin contohnya. Petugas medis di Rusunawa Pemko/BP Batam di Tanjunguncang kembali memindahkan 20 PMI ke rumah sakit khusus infeksi (RSKI) Galang karena positif Covid-19. Sehari sebelumnya, ada 46 PMI yang dipindahkan ke RSKI juga karena positif Covid-19. Bahkan, sepanjang Desember ini saja, ada 150 PMI yang harus dirawat di RSKI karena kembali dari luar negeri dalam kondisi terinfeksi covid.

“Iya, masih banyak yang positif. Hari ini (kemarin, red) ada 20 orang. PMI yang dikarantina juga masih banyak, masih 1.400 orang, ” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan PMI di lokasi karantina, kemarin.

Rombongan PMI di lokasi karantina ini umumnya sudah mengikuti test swab kedua dan sedang menunggu hasil. Setelah 10 hari dikarantina dan hasil swab pertama dan kedua negatif, baru diperkenankan kembali ke daerah asal.

PMI ini umumnya dari Malaysia dan Singapura. Mereka pulang melalui Batam dan harus menjalani karantina di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tanjunguncang. Ada tiga Rusunawa yang dijadikan lokasi karantina, yakni Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) Baram, Rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang I, dan Rusunawa pemko Batam Tanjunguncang II.

Tingginya jumlah PMI yang kembali dari luar negeri dan dikarantina di Bata m membuat Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam kembali sibuk. Setiap hari mereka menerima sedikitnya 300 sampel swab PMI untuk uji PCR.

Beruntung, sejauh ini, meski setiap hari ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun BTKLPP belum menemukan varian Omicron ataupun varian Covid-19 lainnya. Sehingga Kepri masih aman dari varian “om-om” tersebut.

“Alhamdulillah, belum ada varian Omicron kita temukan. Ada yang positif tapi non varian,” ungkap Kasubag TU BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, Rabu (22/12).

Meskipun demikian, upaya antisipasi tetap berjalan sesuai operasional prosedur yang ada dimana sampel PMI yang dinyatakan positif Covid-19 kembali diperiksa bersama Litbang kesehatan untuk lebih memastikan hasil, apakah benar non varian atau varian.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 mewabah, BTKLPP Batam berperan penting dalam memeriksa sampel Covid-19 di Kota Batam dan wilayah lainnya di Kepri. BTKLPP Batam memiliki peralatan dan SDM yang mumpuni, sehingga bisa menjalankan tugas meski dalam kondisi sampel yang harus diuji banyak masuk dari berbagai daerah.

Namun, sejak pandemi melandai, beban tugasnya tim BTKLPP juga tak seberat sebelumnya. Tapi beberapa pekan belakangan ini kembali meningkat seiring banyaknya PMI kembali dari luar negeri dan dikarantina di Batam. Terutama jelang Nataru. (*)

 

Reporter: : EUSEBIUS SARA

UPDATE