Senin, 11 Mei 2026

Transmisi Lokal Omicron di Batam Meluas, Tak Ada Lagi Isoman

Berita Terkait

Wakil Walikota Batam amsakar Achmad -F Cecep Mulyana

batampos – Grafik penyebaran kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Hingga kini total kasus aktif mencapai 60 orang, dan setengahnya merupakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan hari ini masih ada penambahan 18 kasus baru. Laju penyebaran kasus Covid-19 belum bisa dihentikan selama kurang lebih dua pekan terakhir. Saat ini pasien sudah berada dal perawatan rumah sakit yang ada di Kota Batam, dan RSKI Galang.

Untuk mengantisipasi penyebaran, Pemerintah Kota Batam mengambil kebijakan untuk mengangkut semua pasien terkonfirmasi positif ke rumah sakit, hal ini bertujuan untuk pemulihan lebih cepat, serta memutus mata rantai penyebaran.

“Tidak ada lagi isolasi mandiri. Semua yang positif akan dijemput dan diangkut. Tak ada lagi pasien yang isoma di rumah,” tegas Amsakar usai menghadiri acara, Selasa (1/2).

Amsakar menambahkan selain menghapus kebijakan isolasi di rumah, pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah, serta tim PPKM yang sudah dibentuk tahun lalu untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanan berbagai kegiatan.

“Saya sudah telepon tadi Camat Batamkota untuk mengintensifkan lagi pengawasan. Tim yang sudah dibentuk turun lebih intens untuk mengingatkan warga terkait Protkes,” kata dia.

Tim Satgas Pengendalian Covid-19 yang dipimpin langsung Wali Kota Batam akan segera menggelar rapat terkait pengendalian penyebaran kasus yang terjadi saat ini. Salah satunya langkah yang akan diambil seperti mengaktifkan kembali tim untuk mengawasi aktivitas masyarakat.

“Besok pagi saya akan rapat bersama Dinkes, Satpol, dan lainnya untuk membahas hal ini. Karena memang sudah cukup menghawatirkan penyebaran kasus saat ini,” ujarnya.

Dinas Kesehatan saat ini sudah meningkatkan tracing dan testing kepada kontak erat pasien terkonfirmasi positif. Sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap satu kasus positif dilakukan minimal 15 tracing kepada kontak erat.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan Dinkes, ini sudah dijalankan bahkan satu kasus tracing dan testing sampai 24 orang. Segitunya tim kesehatan berupaya agar kasus ini bisa dihentikan laju penyebarannya,” terang Amsakar.

Melihat tren kembali naik di Januari Februari ini atau dua Minggu terakhir ini. Masyarakat diimbau membantu pemerintah, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan (Protkes). Sedapat mungkin menghindari kerumunan, dan menggunakan masker.

Selanjutnya, mengenai Omicron, dari 60 total kasus saat ini, 50 persen merupakan Omicron. Hal yang selama ini dikhawatirkan akhirnya juga masuk ke Batam.

Omicron ini sebarannya cepat, walaupun secara medis disebut tingkat mematikannya rendah. Tetapi tingkat sebaran ini yang harus diwaspadai, dan diantisipasi secepatnya.

“Saya juga sudah komunikasi dengan Dinkes, demi mengambil langkah yang diperlukan.
Salah satu yang perlu dilakukan adalah jangan ada isolasi sendiri di rumah,” ungkapnya.

Amsakar tidak menapik ada kekhawatiran terkait penambahan kasus. Hal ini karena proses tracing dan testing yang semakin banyak dilakukan tim kesehatan. Ada kecendrungan angka ini akan semakin meningkat. Oleh sebab itu, semua harus serius dengan Protkes.

“Mudah-mudahan saat di-tracing dan testing ini angkanya tidak siginifikan. Karena satu orang ini yg kontak erat itu harus dikejar sampai 15 orang. Kalau hari ini ada 18 orang, minimal yang di-tracing dan testing 18 dikalikan 15 orang. Tentu kalau protkesnya jalan laju angka penyebaran bisa dikendalikan,” harapnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE