
batampos – Meningkatnya penambahan kasus Covid-19 membuat pelayanan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang penuh, dan tidak bisa menerima pasien. Hal ini membuat Pemko Batam kembali mengungsikan pasien ke Isoter Asrama Haji.
“Kembali diaktifkan sejak Senin (14/2) ini. Karena kasus terus bertambah. Jadi rumah sakit untuk yang bergejala berat, sedangkan OTG di Isoter, dan PMI di rusun semua,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Batam, Yusfa Hendri, Rabu (16/2).
Saat ini seluruh pasien baik bergejala berat maupun ringan langsung mendapat perawatan khusus, hal ini guna mencegah penyebaran kasus. Seluruh warga lokal yang terpapar dengan gejala ringan dan OTG ditempatkan di Asrama Haji.
“Pasien yang sudah berada di Gedung Asrama Haji ada sebanyak 160 orang. Sebelumnya di RSKI Galang, tapi karena kapasitasnya penuh dipindahkan ke Asrama Haji,” ujarnya.
Meskipun pemerintah masih memperbolehkan pasien Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah dengan aturan yang ketat. Perawatan di Isoter Asrama Haji dinilai lebih baik dalam menekan penyebaran.
“Kalau di rawat di rumah harus memenuhi beberapa syarat, karena kami ingin pasien ini tidak menjadi carrier bagi anggota keluarga yang lain. Namun sejauh ini belum ada yang mengusulkan karena tidak sanggup memenuhi syarat yang ditentukan,” jelasnya.
Untuk bisa menjalani Isoman, pasien harus memiliki fasilitas seperti kamar mandi harus khusus. Dinkes akan mengecek layak atau tidak untuk isoman. Kalau tak layak, harus isoter.
Yusfa menyebutkan PMI yang di karantina di Gedung Asrama Haji sudah dipindahkan ke Rusun Pemko ataupun BP Batam. Kebutuhan warga lokal memang menjadi prioritas untuk saat ini, meskipun tanpa mengenyampingkan PMI yang baru kembali dari luar negeri.
Berdasarkan data update Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 16 Februari 2022, terdapat penambahan 110 kasus pasien positif dan 44 pasien sembuh. “Sejauh ini ada 611 kasus aktif,” katanya. (*)
Reporter : YULITAVIA

