batampos – Charmelita Dhita Oktivia namanya. Gadis kelahiran Jakarta 23 Oktober 1997 silam ini merupakan finalis ajang pencarian bakat tingkat nasional yakni Puteri Indonesia yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Jebolan S1 Universitas Trisakti fakultas teknik Industri ini baru saja diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara pada hari Rabu (23/2/2022) lalu. Bersama 44 finalis Puteri Indonesia lainnya, didampingi Ketua Dewan Penasihat Yayasan Puteri Indoensia, serta Ketua Umum Yauasan Puteri Indonesia, Charmelita bertemu langsung Presiden Joko Widodo.
Kepada Batam Pos, Charmelita mengaku bangga bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo, sekaligus bisa langsung berbincang.
“Saya tak pernah kebayang bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Pada pertemuan hari Rabu lalu, kami mendapatkan penjelasan dari Presiden Jokowi langsung mengenai transformasi yang dilakukan pemerintah, seperti pemerataan ekonomi melalui ibu kota baru yang dirancang hight technology, berkonsep smart city dan green city, serta green energy, peningkatan ekspor produk jadi, peningkatan kualitas kesehatan dan edukasi dalam negeri, pemulihan ekonomi pada masa pandemi, dan pembangunan ibukota negara baru (IKN) yang dinamakan Nusantara,”ujarnya.
Menurutnya saat ini Indonesia sedang memasuki masa ketidakpastian global yang dipicu oleh Covid-19.
“Pertumbuhan ekonomi di akhir 2021 menurut Presiden Jokowi sempat berkembang pesat, namun begitu datang Covid-19 varian Omicron, pertumbuhan ekonomi jadi tidak pasti. Inilah yang menuntut kita harus bertindak lebih cepat di setiap ketidakpastian ini, yakni dengan jalan harus mampu membuat terobosan, inovasi dan sudah saatnya berkreasi,” terangnya.
Inovasi, kreasi dan terobosan yang dimaksud, menuru Charmelita, misalnya saja digitalisasi yang sekarang ini sangat mempengaruhi tingkat perekonomian di Indonesia, sejalan dengan industri 4.0.
“Inilah yang kemarin dibahas Presiden Jokowi di hadapan kami. Kita sebagai generasi muda, tentunya harus kaya akan ide dan kreativitas, seperti saat ini saya memiliki platform yang namanya road to market 4.0, itu berdasarkan pengalaman pribadi saya yang mengawali karier sebagai sales,” ujarnya.
Menurutnya potensi ekonomi saat ini yang sangat besar tapi belum tergarap dengan baik adalah pasar tradisonal yang harusnya mampu menuju industri 4.0.
“Misalnya saya mengemban amanat sebagai finalis Puteri Indonesia, tentunya saya memiliki kewajiban seperti mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan industri 4.0 dan teknologi digitalisasi dikombinasikan ke pasar tradisional, bagaimana cara mengembangkan bisnis, yakni melalui pelatihan ke masyarakat tentang pentingnya platform ditigal atau yang seperti kita lihat sekarang ini misalnya akut marketplace yang dimulai dari hal simpel. Karena digitalisasi itu peluang untuk pengembangan ekonomi di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Sementara menanggapi tentang pemerintah yang mulai membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru yang dinamakan Nusantara di Paser Penajam Kalimantan Timur, ia mengaku sangat bangga dengan konsep yang akan digunakan IKN Nusantara ini.
“Konsep pembangunannya menggunakan konsep green smart city. Pembangunan IKN ini sebenarnya bukan bertujuan hanya murni memindahkan ibukota saja. Tujuan utama yang lebih besar dari presiden adalah, untuk pemerataan ekonomi di Indonesia. Saat ini menurut presiden kan ekonomimasih terpusat di Jawa sentris atau perkembangan ekonomi masih berkutat dikuasai Jawa saja. Padahal banyak sekali potensi yang ada di luar Jawa misalnya saja di Kepri sendiri maupun di Kaltim. Itulah tujuannya utamanya pembangunan IKN,” terangnya.
Menanggapi adanya pro kontra terkait pembangunan IKN, Charmelita sempat menyampaikan ke presiden, pemerintah harus mampu mengedukasi masyarakatnya bahwa perpindahan IKN bertujuan mensejahterakan masyarakat dan pemerataan perekonomian serta pembangunan.
Saat ini Charmelita bersama 44 finalis Puteri Indonesia lainnya sedang menunggu karantina pada bulan Mei mendatang.
45 finalis Puteri Indonesia nantinya akan berkompetisi pada pagelaran Pemilihan Puteri Indonesia tingkat nasional dan direncanakan Presiden Jokowi akan hadir dan menyaksikan langsung pada malam puncak Grand Final Pemilihan Puteri 2022 yang di gelar pada bulan Mei 2022 mendatang. (*)
Reporter: GALIH ADI SAPUTRO

