Rabu, 1 April 2026

Harga Gas Non Subsidi Naik Lagi, Warga Beralih ke Gas ‘Melon’

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos- Awal Januari 2022 lalu masyarakat kaget mendapati harga bright gas atau LPG Non subsidi mendadak naik. Ternyata hal itu kembali terjadi, lagi-lagi Pertamina menaikan harga LPG non subsidi mulai hari Minggu (27/2). Harga isi ulang gas LPG non subsidi untuk Batam ukuran 12 kg Rp 189 ribu, sedangkan untuk ukuran tabung 5,5 kg Rp91 ribu.

Rini, warga Batamcenter kaget saat mengisi ulang tabung gas 12 kg miliknya. Dimana harga isi ulang bright gas 12 kg antar ke rumah menjadi Rp 200 ribu pertabung. Padahal

Ilustrasi. Agus, petugas SPBU Tanjunguncang, Batuaji menyusun tabung gas elpiji 12 kilogram , Rabu (5/1). Kenaikan harga gas non subsidi sangat memberatkan warga. F Dalil Harahap/Batam Pos

baru bulan lalu ia dikagetkan dengan harga isi ulang bright gas 12 kg menjadi Rp 175 ribu.

“Baru bulan lalu naik, sekarang sudah naik lagi. Sekarang jadi Rp 200 ribu pertabung, minggu lalu masih Rp 175 ribu,” ujar Rini.

Kenaikan gas hingga dua kali pada awal 2022 tentu saja membuat Rini cukup geram. Sebab, kondisi usahanya baru saja bangkit pasca pandemi Covid-19. Sehingga ia menilai, pemerintag, khususnya pertamina tak mendukung masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Gila aja baru awal tahun naiknya sudah 2 kali. Naiknya cukup signifikan juga, bikin masyarakat tambah susah saja,” ujarnya.

BACA JUGA: Distribusi Gas Melon Harus Lebih Diperketat

Menurut dia, dampak kenaikan isi ulang tabung gas 12 kg, ia dipastikan turut menaikan dagangannya. Apalagi beberapa komoditi lainnya juga pada naik. “Semua pada naik, padahal kondisi masyarakat belum stabil,” keluhnya.

Hal senada dikatakan Yanti yang kaget ketika mengisi ulang tabung gas di retail modern dengan harga Rp 195 ribu pertabung. “Harga gas naik, padahal bulan lalu baru naik,” terangnya.

Karena naiknya isi ulang gas non subsidi, ia pun memilih untuk kembali menggunakan gas melon. Selain harganya yang murah, gas tersebut mulai mudah didapatkan. “Saya ganti beli gas melon atau gas subsidi 3 kg, cuma Rp 18 ribu sudah dapat 3 kg, lumayan hemat diakhir bulan gini,” ungkapnya.

Disisi lain, ia berharap pemerintah kembali meninjau kenaikan harga isi ulang gas non subsidi. Sebab kondisi masyarakat masih belum stabil pasca pandemi. “Semoga ditinjau ulang, karena kenaikan ini memberatkan masyarakat pastinya,” terang Yanti.

Kepala Pertamina Kepri belum bisa Dikonfirnasi terkait kenaikan isi ulang gas non subsidi tersebut. (*)

Reporter : Yashinta

 

UPDATE