
batampos – Hingga saat ini belum ada lahan pengganti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seiteming dan hingga saat ini krisis lahan di TPU tersebut belum diatasi secara permanen.
Terlebih, lahan permakaman korban Covid-19 yang sudah jarang digunakan, juga belum diserahkan ke pengelola untuk dijadikan lokasi permakaman umum.
Adapun, lahan permakaman khusus korban Covid-19 saat ini dalam proses pematangan lagi dan belum ada arahan atau petunjuk agar digunakan sebagai pemakaman umum.
Yayasan Khairul Ummah Madani selaku pengelola permakaman muslim misalkan, saat ini mereka masih mengandalkan lahan rawa-rawa yang ditimbun sebagai lokasi permakaman baru.
Lahan rawa-rawa ini berada dekat dengan area permakaman Covid-19 dan itupun belum semuanya dimatangkan.
Penggunaan lahan rawa-rawa ini dilakukan secara bertahap sebab memakan anggaran yang cukup besar untuk proses pematangan lahannya.
”Yang rawa-rawa itu kami (pengelola) timbun sendiri. Sedikit-sedikit kami timbun karena keterbatasan anggaran,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Ummah Madani, Zailani.
Hal itu, sambung Zailani, hanya solusi sementara sebab lahan rawa-rawa yang digunakan saat ini juga tidak begitu luas. Harapan untuk solusi jangka panjangnya adalah lokasi pemakaman Covid-19 yang sedang dalam proses pematangan tadi.
”Semoga segera ada solusi untuk lahan makam baru yang lebih luas,” katanya.
Seperti diketahui, lahan permakaman di TPU Seitemiang memang kian menipis dari waktu ke waktu.
Kondisi ini pernah disampaikan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pihak yang memiliki wewenang atas lahan di Batam, maupun kepada Pemko Batam.
Namun, hingga kini belum ada solusi, sementara jumlah warga yang dimakamkan juga terus bertambah.(*)
Reporter: Eusebius Sara

