
batampos – Perusahaan penyedia air bersih, PT Air Batam Hilir (ABHi), merespons keluhan warga Kavling Bukit Layang RT 06/RW 17, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, terkait gangguan suplai air minum yang telah berlangsung sekitar dua bulan.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh warga saat mendatangi kantor cabang Batuaji pada Kamis (30/4). Warga mengeluhkan aliran air yang tidak lancar, bahkan hanya mengalir dengan debit kecil pada malam hari.
Area Bertekanan Rendah
CorComm ABHi, Ginda Alamsyah menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi, wilayah Kavling Bukit Layang saat ini masuk dalam kategori area bertekanan rendah. Kondisi ini berdampak pada distribusi air yang tidak optimal ke pelanggan.
Perusahaan menyatakan memahami kesulitan yang dialami masyarakat dan menegaskan bahwa penanganan masalah ini menjadi prioritas utama.
Koordinasi dengan BP Batam
Dalam upaya perbaikan, ABHi terus berkoordinasi dengan BP Batam melalui Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM).
Sejumlah langkah yang telah dan sedang dilakukan meliputi:
- Evaluasi dan perbaikan jaringan distribusi
- Peningkatan suplai air ke wilayah terdampak
- Monitoring tekanan dan kontinuitas aliran secara berkala
“Wilayah ini menjadi prioritas kami. Kami terus mengupayakan percepatan agar suplai air kembali normal dan dapat dirasakan optimal oleh pelanggan,” ujar pihak ABHi.
Distribusi Air Bersih Darurat
Sebagai solusi sementara, ABHi juga menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Saat ini, distribusi dilakukan sebanyak empat unit per hari dengan kapasitas masing-masing sekitar 4 ton.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa bantuan tersebut bersifat darurat dan diharapkan digunakan secara bijak oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
ABHi memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan BP Batam guna mempercepat realisasi langkah-langkah strategis. Targetnya, perbaikan suplai air di wilayah Bukit Layang dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan publik, khususnya dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah Batam. (*)

