Kamis, 7 Mei 2026

Harga Daging Masih Mahal, Distributor: Dari Kami Tak Ada Kenaikan

Berita Terkait

Harga daging sapi di pasar-pasar di Kota Batam masih mahal hingga saat ini. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga daging sapi di pasaran Batam baik beku maupun segar masih tinggi. Padahal, pihak distributor mengklaim tak ada kenaikan harga saat menyalurkan pasokan ke pedagang.

Diduga, kenaikan harga daging sapi ini dilakukan oleh pedagang di tingkat pasar tradisional. Pantauan Batam Pos di Pasar Mustafa, Batam Center, harga daging sapi beku berkisar Rp 100 ribu per kilogram, sedangkan untuk daging segar tak tersedia di lokasi tersebut.

”Daging sapi beku memang harganya sudah Rp 100 ribu per kg,” ujar salah satu pedagang yang enggan namanya disebut.

Menurutnya, harga daging sapi sudah naik sejak beberapa hari jelang Ramadan. Hingga saat ini, kata dia, harga daging sapi beku ini tak turun.

”Biasanya Rp 90 ribu, tapi sampai sekarang tak turun lagi. Permintaan tetap tinggi,” terangnya lagi.

Sedangkan harga daging sapi segar di Pasar Mega Legenda, Batam Center, terpantau Rp 160-165 ribu per kg. Untuk daging sapi beku Rp 100 ribu per kg.

”Harga keduanya sama-sama naik, untuk permintaan lebih banyak daging beku karena lebih murah,” terang Hendra, pedagang di pasar tersebut.

Sedangkan di Pasar Toss 3000, Lubukbaja, harga daging sapi beku dijual pada kisaran Rp 90 ribu per kg, tergantuang kualitas daging.

”Yang lebih murah lagi ada, tapi itu banyak lemaknya,” tutur Salim, salah satu pedagang.

Terpisah, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan, distributor di Batam hanya menyediakan daging sapi impor atau beku. Sedangkan untuk harga, menurut dia, tak ada kenaikan sama sekali.

”Kami khusus daging sapi beku, tak ada kenaikan. Dari distributor ke pedagang itu Rp 85 ribu,” terangnya.

Ia menduga, kenaikan harga daging sapi di pasaran adalah akal-akalan para pedagang. Dimana, mereka memanfaatkan momen bulan puasa untuk menaikkan harga.

”Jadi yang kasih harga tinggi itu pedagang, karena dari distributor tak ada kenaikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, mengakui di beberapa pasar harga bahan pangan mengalami kenaikan sejak Ramadan. Hal itu diduga karena tingginya permintaan.

”Memang karena tingginya permintaan, ditambah faktor cuaca sehingga menyebabkan harga naik,” jelas Mardanis.

Untuk daging sapi, menurut Mardanis, kebutuhan di Batam per minggu sebanyak 7 ton, terdiri dari 5,5 ton daging beku dan 1,5 ton daging sapi segar.

”Untuk stok aman, namun untuk harga itu memang ada kenaikan. Kami sedang mengupayakan pengendalian harga dengan rencana kembali digelarnya pasar murah jelang Lebaran,” pungkas Mardanis.(*)

Reporter: Yashinta

UPDATE