
batampos – Muhammad Al Fatih, bocah yang tenggelam dan hilang ditemukan tewas di Perairan Batuampar, Sabtu (16/4) malam, sekitar pulul 23.00 WIB. Jasad bocah 10 tahun ini ditemukan oleh nelayan Batu Merah.
“Jasad korban ditemukan oleh nelayan. Untuk jarak dari lokasi tenggelam belum bisa dipastikan, karena yang menemukan nelayan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Slamet Riyadi.
Ia menjelaskan oleh petugas, jasad korban dievakuasi ke Rumah Duka di Tiban, Sekupang. Kemudian, tim gabungan pencarian yang terdiri dari Basarnas, Pol Air Mabes, Satpol Air Polresta Barelang, TNI AL dan Polsek Batuampar kembali ke pangkalan masing-masing.
“Dengan penemuan ini, maka operasi ditutup dan setiap unsur kembali ke pengkalan,” katanya.
Slamet menjelaskan dari laporan, Muhammad Al Fatih terseret arus saat berenang bersama 2 rekannya di Perairan Batu Merah atau tepatnya di sekitar PT Profab, Jumat (15/4) siang. Ketiganya berenang dengan jarak 15 meter dari bibir pantai.
“Perkiraan berjarak 15 meter dari bibir pantai. Kemudian korban terseret arus,” ungkapnya.
Sementara itu Kasatpol Air Polresta Barelang, Kompol R. Moch. Dwi Ramadhanto membenarkan penemuan jasad bocah tenggelam ini. Dengan kejadian ini, ia mengimbau kepada para orangtua untuk meningkatkan pengawasan kepada anaknya.
“Kepada orangtua diimbau lebih waspada dan jangan membiarkan anak bermain ke pantai. Karena sekarang cuaca sering berubah,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak tiga orang bocah tenggelam saat berenang di Perairan Batu Merah atau tepatnya di sekitar PT Profab, Jumat (15/4) siang. Dalam kejadian ini, 2 bocah ditemukan tewas, sedangkan 1 orang dinyatakan hilang.
Dua anak yang ditemukan tewas beridentitas Al Daffa Zakhwan, 8, dan M. Arkano Tafizio, 10. Sedangkan bocah yang hilang bernama M. Al Fatih, 10. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI

