Sabtu, 14 Maret 2026

Tren Positif Ekspor Batam Berlanjut

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Batam pada April 2022 mencapai 1.266,83 juta dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,86 persen dibandingkan ekspor Maret 2022 yakni sebesar 1.196,71 juta dolar AS.

Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam dan Karimun, Tjaw Hieong, mengatakan, tren kenaikan ini akan terus berlanjut karena kondisi yang saat ini sudah jauh membaik. Ditambah lagi, perang dagang Amerika-Tiongkok memberikan dampak baik bagi ekspor dari Batam.

”Sedang menjadi tren juga saat ini, dimana banyak investor baru dan eksisting tengah mencari tempat di Batam,” ujarnya, Sabtu (11/6/2022).

Ia melanjutkan, kenaikan nilai ekspor sejak 2021 hingga saat ini di Batam memang di atas rata-rata tahun sebelumnya. Namun, kenaikan itu masih jauh jika dibandingkan dengan Singapura. ”Ekspor Singapura menga-lami kenaikan yang cukup besar dibanding Maret, dengan persentase kenaikan 86,81 persen,” tuturnya.

Meski demikian, Batam mempunyai keunggulan sendiri. Saat pandemi Covid-19 tengah memuncak, Kota Batam mampu mengontrol laju produksi dan ekspor lewat penerapan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

”Hal tersebut menambah kepercayaan investor. Kita tidak bisa juga melupakan IOMKI yang berasal dari peran Kementerian Perindustrian (Kemenperin),” imbuhnya.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, mengaku lega, nilai ekspor Batam yang terus meningkat sejak awal 2022. Ia memprediksi jika perekonomian Batam tengah menuju pemulihan setelah sempat terkena resesi akibat pandemi Covid-19.

”Naiknya ekspor barang dan jasa dari Batam ini menunjukkan kalau aktivitas ekonomi berjalan dengan lancar dan baik di Batam,” kata Rafki.

Meski ekspor mengalami kenaikan, untuk impor ternyata mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan Maret 2022. Artinya ada indikasi mulai melambatnya aktivitas industri di Batam.

Sebab yang banyak diimpor ke Batam biasanya adalah bahan baku dan bahan penunjang untuk industri. Jika terjadi penurunan kemungkinan ada slow down aktivitas industri di Batam yang efeknya baru akan kelihatan di akhir tahun 2022.

”Mudah-mudahan kontraksi impor ke Batam ini hanya berlangsung sementara dan kita berharap bulan Juni dan bulan berikutnya bisa tumbuh kembali secara bulanan (quarter to quarter),” katanya.

Ia berharap, bagi pemangku kebijakan di Batam tentunya kontraksi impor barang dan jasa ke Batam ini perlu diperhatikan secara serius untuk dicari penyebabnya dan langkah-langkah antisipasinya.

”Nanti data ekspor impor bulan-bulan berikutnya perlu kita amati untuk menangkap sinyal yang lebih jelas. Mudah-mudahan penurunan impor tersebut hanya bersifat temporer,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto mengatakan naiknya ekspor Batam pada April 2022 ini disebabkan oleh naiknya sektor nonmigas sebesar 6,85 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Batam mengalami kenaikan senilai 337,81 juta dolar Amerika.

Adapun total kumulatif Januari-April 2022 Kota Batam adalah sebesar 4.628,95 juta dolar AS. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-April 2021 mengalami kenaikan senilai 1.144,93 juta dolar AS (32,86 persen).

Naiknya nilai ekspor Januari-April 2022 dipengaruhi oleh naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 33,96 persen. Nilai kumulatif ekspor Kota Batam menyum-bang 73,51 persen dari total kumulatif ekspor Kepulauan Riau yang senilai 6.297,26 juta dolar AS.
Selama Januari-April 2022 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai ekspornya adalah golongan barang mesin/peralatan listrik yaitu senilai 2.018,89 juta dolar AS, dengan perannya 47,76 persen.

Ekspor kumulatif non migas Kota Batam menyumbang 88,42 persen dari ekspor kumulatif (Januari-April 2022) Kepulauan Riau senilai 4.780,48 juta dolar AS.

Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah mesin-mesin/pesawat mekanik senilai 499,41 juta dolar AS (11,81 persen), benda dari besi dan baja senilai 338,36 juta dolar AS (8,00 persen), minyak dan lemak hewan/nabati senilai 246,06 juta dolar AS (5,82 persen); berbagai produk kimia senilai 217,61 juta dolar AS (5,15 persen), plastik dan barang dari plastik senilai 106,19 juta dolar AS (2,51 persen); kapal laut senilai 103,03 juta dolar AS (2,44 persen); perangkat optik senilai 102,63 juta dolar AS (2,43 persen), kokoa/coklat senilai 100,41 juta dolar AS (2,38 persen), dan bahan kimia organik senilai 89,89 juta dolar AS (2,13 persen). (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah
Editor : RYAN AGUNG

SALAM RAMADAN