Selasa, 17 Maret 2026

Harga Cabai Merah Mahal, Emak-emak Beralih ke Cabai Hijau

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang pedagang mengangkat cabai merah keriting. Saat ini diketahui harga cabai masih di atas harga daging sapi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kenaikan harga cabai merah jelang Idul Adha 1443 Hijriah di Kota Batam terus dikeluhkan masyarakat. Mereka pun kini terpaksa mengkonsumsi cabai hijau atau cabai muda demi menghemat pengeluaran.

Salah satu pembeli di Pasar Sei Harapan, Sekupang, Ike, mengatakan, kenaikan harga cabai sangat menyiksa ibu-ibu rumah tangga.

Demi makan pakai cabai, ia terpaksa membeli cabai hijau yang harganya separuh dari harga cabai merah.

“Mau gimana lagi, terpaksa beli cabai hijau meski juga mengalami kenaikan tapi gak semahal cabai merah,” ujarnya, Selasa (21/6).

Menurutnya, saat ini cabai hijau dijual dengan harga Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu perkilogramnya. Itupun jumlahnya terbatas, sebab tidak semua pedagang saat ini yang menjual cabai tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam, Mardanis, mengatakan kenaikan harga cabai hampir terjadi di seluruh Indonesia. Bahkan daerah penghasil yang mengirim cabai merah ke Batam, seperti Mataram dan Sumbar mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Mataram misalnya, cabai disana saja sudah Rp 80 ribu per kilogram. Belum lagi ongkos pesawat ke sini ditambah untuk penampung disini, tentu harganya sudah sangat mahal,” ujar Mardanis.

Pemko Batam kata dia, sudah mensiasati kebutuhan cabai. Ia menjelaskan, untuk mempertahankan harga cabai di pasaran, pihaknya memproduksi cabai hijau di daerah Barelang, Sei Beduk dan Batu Besar. Ada puluhan kelompok tani yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Batam untuk mensuplai kebutuhan cabai hijau ini.

“Ya, fokusnya hanya cabai hijau saja, karena untuk cabai merah petani tak sanggup. Karena resikonya besar dan modalnya juga tinggi,” ucap Mardanis.

Dilanjutnya, petani cabai ini mampu menghasilkan 8 ton cabai hijau per hari. Sehingganya harga cabai hijau di Batam bisa lebih dikontrol. Namun seiring berakhirnya musim panen, ditambah lagi pengaruh cuaca menyebabkan banyak petani gagal panen. Sehingga membuat produksi cabai hijau sedikit berkurang.

“Yang menjadi kendala kita saat ini kita belum bisa mengatur pola tanam petani. Sehingga ketika musim panen itu berakhir, produksi jadi berkurang. Saat ini produksi petani 4 ton per hari,” katanya.

Keberadaan petani cabai hijau ini terbukti mampu mengontrol harga cabai hijau di Batam. Pasalnya, pada saat produksi 8 ton per hari, harga cabai hijau Rp 25 ribu per kilogram. Namun kondisi itu berubah naik seiring berkurangnya jumlah produksi petani

“Ya, makanya cabai hijau dua minggu ini yang mahal sebelumnya Rp 25 ribu per kg. Ke depan pola tanam ini yang akan kita maksimalkan sehingga produksi tetap sama dan harga dipasaran tetap stabil,” pungkas Mardanis.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN