Minggu, 15 Maret 2026

Pemko Batam Rencanakan APBD Rp 3,1 Triliun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: PTSP Pemko Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan membaiknya kondisi Batam saat ini akan turut berdampak terhadap pendapatan daerah. Potensi yang ada akan dimaksimalkan sehingga pendapatan meningkat.

APBD Kota Batam Tahun 2023 direncanakan sebesar Rp3.267.997.322.866,00 (Rp3,26 triliun) yang terdiri dari: Belanja Operasi sebesar Rp2.543.402.393.919,00 (Rp2,54 triliun). Lalu, Belanja Modal sebesar Rp630.404.928.947,00. Kemudian, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp94.190.000.000,00.

Mengenai pendapatan daerah tahun 2023 mendatang, Rudi mengatakan seluruh sektor penghasil terus berupaya mengoptimalkan penerimaan pendapatan APBD Kota Batam Tahun 2023 melalui sejumlah kebijakan pendapatan yakni melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi untuk peningkatan Dana Transfer dan Dana Bagi Hasil.

Kemudian, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait bagi peningkatan pendapatan yang bersumber dari PAD; Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menyikapi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah guna optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah serta peningkatan penggalian sumber-sumber pendapatan daerah.

Lanjutnya, APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2023 diprioritaskan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib dan urusan pilihan yang diselaraskan dengan kebijakan nasional dan provinsi.

Ia menyebutkan enam prioritas pengerjaan dan rencana kerja di tahun 2023 mendatang di antaranya, percepatan pemulihan dan pemerataan pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur, utilitas perkotaan dan sarana transportasi yang merata, berkualitas dan berkesinambungan.

Selanjutnya, peningkatan kualitas SDM yang unggul dan bermartabat, peningkatan dan fasilitasi investasi berbasis maritim dan keunggulan wilayah. Percepatan pembangunan kawasan hinterland, serta reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Di samping itu, belanja Pemko Batam tahun Anggaran 2023 juga direncanakan untuk antara lain, mengalokasikan belanja untuk pendidikan minimal sebesar 20 persen. Alokasi belanja untuk kesehatan minimal sebesar 10 persen, dan mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Saya berharap kondisi tahun depan lebih baik, sehingga rencana yang sudah disusun ini serta target capaian pendapatan yang cukup besar tersebut bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya, Jumat (15/7).

Kondisi yang sudah mulai pulih saat ini bisa ditingkatkan. Harapan terbesar adalah 2023 menjadi tahun kebangkitan. Menurutnya masih banyak pembangunan infrastruktur yang harus dilanjutkan tahun depan.

“Tahun ini pengerjaan proyek terbatas, karena kondisi keuangan daerah yang masih jauh dari harapan. Untuk itu, ayok kita jaga kondisi ini menuju perekonomian yang lebih baik,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN