Rabu, 8 April 2026

Harga Gula Naik di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Harga gula pasir curah di Kota Batam yang awalnya Rp 10-11 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 13-14 ribu per kg. Foto: Jawapos.com

batampos – Harga sejumlah komoditi di pasaran Batam terus merangkak naik. Setelah minyak goreng, cabai, bawang dan telur, kini giliran harga gula pasir juga ikut naik.

Kenaikan gula pasir baru mulai disadari masyarakat sekitar tiga hari terakhir. Dimana yang awalnya, harga gula pasir curah dijual Rp 10-11 ribu per kilogram (kg), saat ini naik menjadi Rp 13-14 ribu per kg. Sedangkan untuk gula pasir kemasan premium rata-rata dijual sudah diatas Rp 15 ribu per kg.

“Semalam belanja ke swalayan, kaget lihat harga gula naik. Dari yang awalnya hanya Rp 10500, sekarang sudah Rp 13000. Lumayan tinggi juga naiknya,” ujar Lia warga Nongsa.

Diakui Lia, kenaikan harga Gula yang menyusul harga-harga komiditi lainnya cukup memberatkan.

Apalagi, jika dibandingkan kenaikan UMK Kota Batam tahun 2021 ke 2022 yang hanya belasan ribu.

Bahkan ada sebagian karyawan yang tidak mengalami kenaikan gaji, namun dipotong dalam jumlah yang cukup besar.

“Bingung juga, disaat gaji naiknya cuma belasan ribu perbulan, kebutuhan pokok malah naik semua. Naiknya juga tak tanggung-tannggung. Untuk cabai aja sekarang Rp 100 ribu lebih per kg. Sekarang gula ikutan naik,” jelas Lia.

Di swalayan kawasan Nongsa, terpantau harga gula pasir berkisar Rp 12500-13500 per kg. Harga ini naik cukup drastis, dari yang sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kg.

“Iya harga gula naik, sudah beberapa hari. Saya kurang tahu juga kenapa naiknya,” ujar karyawan swalayan.

Sementara, di pasar Botania Batamcenter, harga gula pasir curah juga terpantau Rp 13000-14000 per kg. Kenaikan gula diduga karena naiknya biaya operasional gula.

“Ya harga gula naik, kami dapatnya naik dari distributor. Naik Rp 2-3 ribuan per kg,” ujar Ery pedangang sembako.

Diakuinya, kenaikan harga gula sempat mendapat protes dari pelanggan. Karena naiknya cukup besar.

“Biasanya ada juga naik, tapi tak sebesar ini. Paling naiknya ratusan rupiah, kemudian turun. Sekarang naiknya ribuan, makanya banyak yang protes,” akunya.

Namun untuk minyak goreng lanjutnya, sudah mengalami penurunan dibanding harga biasa. Untuk minyak goreng kemasan saat ini sudah banyak dijual dengna harga dibawah Rp 38 ribu untuk per 2 liter.

“Bahkan ada juga yang sudah Rp 31-32 ribuan per 2 liter, untuk kemasan premium, ” jelasnya.

Kepala Dinas Perindag Kota Batam, Gustian Riau belum bisa dikonfirmasi terkait kenaikan harga gula. Begitu juga dengan Ketua Asosiasi Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto.(*)

Reporter: Yashinta

UPDATE