Senin, 16 Maret 2026

Ombudsman: Pelayanan SPAM PT Moya Buruk

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Masyarakat mendatangi kantor pusat SPAM Batam di Batam Center. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Ombudsman RI Cabang Kepri kebanjiran laporan keluhan terkait pelayanan spam PT Moya. Rata-rata keluhan tentang kondisi air yang sering mati hingga kualitas air keruh.

Kepala Ombudsman RI di Kepri, Lagat Siadari mengatakan sepanjang tahun 2021-2022 telah menerima banyak laporan terkait keluhan pelayanan spam PT Moya. Terutama sejumlah daerah yang mulai sering mati air, seperti kawasan Tanjunguma, Nongsa, Batamcenter, Bengkong dan lainnya. Padahal dulunya, daerah tersebut, jarang sekali terjadi pemadaman air.

“Banyak laporan yang masuk ke kami. Mulai dari air yang sering mati, hingga kualitas air yang berkurang. Kejernihan air itu sudah sangat jarang, malah kebanyakan bewarna coklat,” terang Lagat.

Dikatakan Lagat, pihaknya sudah kerap mencoba menindaklanjuti laporan itu ke PT Moya. Namun jawaban PT Moya selalu diarahkan langsung ke SPAM Badan Pengusahaan (BP) Batam. Lebih parahnya, bagian SPAM BP Batam tidak pernah merespon surat terkait keluhan masyarakat dari Ombudsman Kepri.

“Kami coba koordinasi, tapi PT Moya arahkan ke BP Batam, namun dari BP Batam, kami belum ada dapat jawaban sama sekali. Padahal kondisinya sudah parah seperti ini,” jelas Lagat.

Menurut Lagat, sejak awal tender dimenangkan oleh PT Moya, dirinya sudah ragu akan kualitas perusahaan tersebut. Sebab, dari awal PT Moya tak memiliki pemahaman lebih detail soal pengelolaan air di Batam.

“Jujur kami meragukan pelayanan koorporasi ini (PT Moya), masih jauh bagus ATB. Responsif dari PT Moya juga sangat lambat. Jujur ini membuat kami bingung,” imbuh Lagat.

Selama 2 tahun PT Moya menjadi pengelola Spam di Batam, keluhan demi keluhan diterima oleh Ombudsman Kepri. Karena itu, ia bingung kenapa PT Moya kembali terpilih sebagai pengelola spam di Batam.

“Jujur kami bingung, kenapa bisa PT Moya lagi yang kelola air, padahal pelayanan selama 2 tahun itu selalu dapat keluhan,” sebut Lagat.

Yang lebih mirisnya, lanjut Lagat. Kantor Pelayanan yang awalnya ada di setiap daerah, saat ini malah hanya dilayani di dua daerah saja. Padahal jumlah pelanggan spam di Kota Batam lebih dari 300 ribu pelanggan.

“Bisa dibayangkan pelanggan sebanyak itu, dilayani oleh dua kantor pelayanan saja,” tegasnya.

Masih kata Lagat, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data dan keterangan terkait pelayanan PT Moya. “Melihat banyaknya keluhan dan laporan, bisa dikatakan pelayanan PT Moya buruk,” sebut Lagat. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN