
batampos – Anggota DPRD Batam Safari Ramadhan, menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terkait kejadian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Batam yang membahas pemilihan Ketua RW 14 Perumahan Galaxy Park, Kelurahan Tanjung Riau, pada Jumat (2/9).
Menurut pengakuan Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, sudah hampir satu setengah bulan pihaknya menerima aduan dan berupaya menyelesaikan persoalan yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang seharusnya bisa diselesaikan oleh tingkat kelurahan.
“Ini adalah akumulasi dari peristiwa demi peristiwa. Pemilihan RW ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat dan melanggar serta tidak sesuai dengan Perwako nomor 22 Tahun 2020,” katanya, Minggu (4/9).
Sidang yang digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Batam ini memang sudah berlangsung panas sejak awal. Utusan Sarumaha Anggota Komisi I DPRD Batam yang tengah memberi pandangan diinterupsi oleh Jupri Feri, Ketua RW incumbent.
Sempat terjadi ribut kecil antara mereka dan saling gebrak meja, hingga akhirnya Jupri dikeluarkan dari ruang rapat. Selain itu jawaban dari RW saat inilah yang membuat Safari naik pitam.
“Dia bilang ini bukan mencari kebenaran tapi pembenaran. Ini tidak ada etika. Semua orang bisa marah di sini, saya bilang itu di forum. Berarti selama ini, peringatan saya ke pihak kelurahan diabaikan saja. Saya di sini wakil rakyat, saya digaji rakyat. Makanya kita perjuangkan,” katanya.
Safari menyebut, dirinya dan rekannya anggota DPRD Batam, terkesan tidak dihargai pada rapat itu. Puncaknya, saat rapat berlangsung, Safari Ramadhan yang biasanya dikenal santun dan tenang tersebut tiba-tiba secara spontan menggebrak meja, melempar mikrofon dan naik ke atas meja.
Atas kejadian tersebut, Safari Ramadhan mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak terkait dan masyarakat Batam pada umumnya.
“Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada pihak terkait dan juga masyarakat Batam jika tindakan yang saya lakukan dinilai kurang berkenan,” tambahnya.
Permintaan maaf ia juga sampaikan kepada semua pihak. Berharap semoga dari kejadian ini ia dapat belajar untuk lebih baik lagi. “Sebagai manusia biasa saat memohon maaf yang sebesar-besarnya semoga ini menjadi pembelajaran untuk bisa lebih baik lagi ke depan,” kata Safari.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Batam, Syafari Ramadhan mengamuk saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembahas proses pemilihan ketua RW di Perumahan Galaxy Park, Kelurahan Tanjung Riau Sekupang, pada Kamis (1/9).
RDP digelar dengan dugaan pemilihan yang berlangsung tidak transparan. Kemarahan politisi PAN itu pun heboh dan viral di media sosial.
Dari rekaman video yang beredar, Safari, sempat melontarkan pernyataan agar permasahan tersebut dapat diselesaikan dan jangan sampai dibawa pada RDP. “Selesaikan masalah ini, jangan sampai dibawa ke sini saya bilang,” katanya.
“Pak lurah satu, pak camat satu, berapa kali saya sampaikan begini. Bapak harusnya menjaga masyarakat kita jangan ribut. Saya tahan-tahan lo pak,” katanya lagi.
Pada rapat tersebut Safari juga menyampaikan apabila permasalah tersebut dapat diselsaikan, keributan masyarakat di perumahan tersebut tidak akan terjadi. “Kalau bapak selesaikan tidak begini masyarakat kita pak,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Utusan Sarumaha, mengatakan, proses pemilihan RW tidak sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 20 Tahun 2020.
“Maka SK yang telah diterbitkan harus dianulir dan dilakukan pemilihan ulang. Kami minta Tapem dan bagian hukum untuk mengawal ini,” jelasnya.
Ia juga meminta agar permasalah tersebut disampaikan kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Laporkan ke pak wali kota agar ini segera dibereskan. Ini pengalaman yang pahit agar ke depan bisa terbaiki dengan baik,” ujarnya.
Tidak lama kemudian, Safari Ramadhan, kembali bertanya kepada lurah Tanjungriau.
“Bapak bisa selesaikan ngak masalah ini. Inikan wilayah bapak, bapak orang nomor satu di kelurahan itu. Pak Camat juga. Jangan siap-siap aja,” katanya sambil memukul meja.
Kemudian Safari langsung berdiri dan kembali menyampaikan kekesalannya terhadap permasalah tersebut.
Tidak lama kemudian, Safari langsung meleparkan mik dan naik ke atas meja. Melihat itu, Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai, langsung menarik tangan Safari untuk turun.
Melihat situasi yang semakin memanas, Lik Khai langsung meradang.
“Duduk-duduk semua, diam. Saya pimpinan sidang, keputusan ditangan saya. Diam semua,” katanya dengan nada tinggi.
Keributan tersebut mendapatkan beragam reaksi dari warga net. Mereka mayoritas menyayangkan sikap dari Safari Ramadhan yang membuang mik dan naik ke atas meja.
“Sabar pak masak naik meja buang speaker itu beli pakai uang negara lho.uang rakyat lho main buang aja,” tulis salah seorang warga net.(*)
Reporter: FISKA JUANDA



