Rabu, 25 Februari 2026

Harga Telur Masih Tinggi, Daya Beli Masyarakat Turun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang pedagang sedang menyusun telur di lapak dagangannya. Saat ini harga telur buras terus naik dan dibanderol Rp 57 ribu-60 ribu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Harga telur ayam ras terpantau masih tinggi di sejumlah pasar tradisional di Batam. Naiknya harga telur ayam ras ini diakui pedagang telur membuat daya beli masyarakat turun. di Pasar Victoria Tanjungriau, Sekupang misalnya kini harga telur ayam ras tembus Rp 57 ribu hingga Rp 60 ribu per papan isi 30 butir

Wahyu, salah satu pedagang telur di pasar tersebut mengaku, sampai saat ini serapan pasar untuk telur ayam ras cukup lesu. Hal tersebut dikarenakan harga telur ayam yang cenderung tinggi. Alhasil meski harus mendapatkan untung yang tipis, namun menurutnya hal ini harus ia pilih agar stok telur habis.

“Agak susah menjualnya dikarenakan harga tinggi dan daya beli masyarakat turun, ” ujar Wahyu, Minggu (14/5).

Baca Juga: Motor Terbakar di Nongsa, Terdengar Suara Ledakan

Iwan, pedagang telur lainnya mengaku, kenaikan harga telur ayam ras ini sudah terjadi setelah hari raya Idul Fitri. Harga telur ayam ukuran kecil misalnya, biasa dijual Rp 52 ribu per papan. Namun kini dijual seharga Rp 58 ribu per satu papannya.

Sementara ukuran menangah dari Rp 54 ribu sebelumnya kini menjadi Rp 60 ribu per 30 butir. Kendati demikian, ia tetap memastikan bahwa stok telur ayam ras di pasaran masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat.

“Untuk stok masih lah, harga yang masih tinggi,” ujarnya.

Pedagang telur lainnya Rizal mengaku, stok telur dari pemasok masih aman. Namun, kenaikan harga telur sering dikeluhkan pelanggannya. Bahkan, tidak sedikit yang memutuskan putar balik alias tidak jadi membeli karena menilai terlalu mahal.

“Banyak juga yang hanya tanya harga. Begitu dikasih tau Rp 1.900 per butir langsung kabur,” ujarnya.

Baca Juga: Bakamla Perkuat Kerjasama Maritim Lintas Batas Negara dengan Malaysia

Rizal mengaku menjual sesuai harga yang diberikan produsen. Bahkan sejak adanya kenaikan ini, ia mengambil untung yang sangat tipis. “Harga segini saja banyak yang ngeluh. Apalagi kalau di atasnya lagi, bisa-bisa gak laku terjual. Kita pedagang hanya ngikut saja, harga supplier naik, ya saya naikkan harga. Kalau harganya turun, saya ikut turun,” ungkap Rizal.

Salah satu warga, Dewi berharap harga telur kembali normal seperti sebelum lebaran. Menurutnya kenaikan harga telur ini sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. ” Pemerintah harus bisa mengatasi kenaikan ini. Apalagi banyak warga yang membutuhkan telur ayam ras ini,” ujar warga Perumahan Rici itu. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN