Senin, 23 Februari 2026

BPMP Kepri Minta Komitmen Forum PKPSP Majukan Pendidikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BPMP Kepri, Warsita saat menghadiri penutupan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan yang digelar di Hotel Aston 29-31 Mei. Foto Yulitavia

batampos – Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kepri menggelar Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak (PKPSP) Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Natuna, di Aston Hotel tanggal 29-31 Mei 2023.

Kegiatan ini dihadiri guru, kemudian ada pengawas, dan perwakilan tim PMO Level Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Natuna.

FKP ini merupakan bentuk komitmen dalam memajukan pendidikan di Kepri.

Kepala BPMP Kepri, Warsita mengatakan FPK ini bertujuan untuk membahas, dan melakukan evaluasi dalam mencapai standar pendidikan yang sudah ada dalam kurikulum merdeka, salah satunya melalui program sekolah penggerak.

Beberapa program kebijakan merdeka belajar yaitu guru penggerak (GP), Program sekolah penggerak (PSP). Termasuk juga, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Tujuannya adalah untuk mengatasi krisis belajar melalui peningkatan kualitas pembelajaran bagi semua peserta didik di Indonesia.

“Disinilah peran FPK ini. Nanti saya akan tagih semua yang sudah tanda tangan di sini. Janji FPK untuk berkomitmen memajukan pendidikan di Kepri,” kata dia, saat penutupan kegiatan FPK, Selasa (30/5).

Kegiatan ini guna mendukung dan menjamin tercapainya tujuan Program Sekolah Penggerak. Forum pemangku kepentingan adalah kegiatan diskusi berkenaan dengan berbagai upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan masing-masing satuan pendidikan.

Seluruh pemangku kepentingan merefleksikan capaian kemajuan di daerahnya sekali dalam satu semester. Setiap pemangku kepentingan memiliki rencana dan komitmen tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Warsita mengungkapkan Project Management Office (PMO) yang sudah berjalan saat ini, diharapkan bisa berjalan lebih baik, usai adanya forum ini.

Project manajemen ini ada di sekolah, Disdik, dan ada internalnya berupa SDM. Sedangkan eksternalnya berupa sekolah untuk menyelesaikan proyek.

“Kegiatan ini harus berkelanjutan, harus terukur. Karena ada anggaran, ada program dalam PMO tersebut. Jadi lewat PMO ini ada standar yang harus dipenuhi, dan dicapai. Nah, melalui FPK ini akan dilakukan refleksi terhadap project yang sudah dijalankan. Jika ada yang perlu ditingkatkan akan dibahas,” ungkapnya.

Semua yang ada di PMO ini, harus ada waktunya, harus ada targetnya. Karena akan ada tahap evaluasi dari pola yang sudah dijalankan

Akhir dari alur PMO ini adalah solved atau penyelesaian masalah. Menyelesaikan program harus mencari jalan keluarnya. FPK ini digelar satu kali dalam satu tahun.

“Apakah kegiatan PSP, IKM apakah sudah memberikan dampak yang naik. Sektor mana yang perlu ditingkatkan, dievaluasi. Kalau ada evaluasi untuk menjaga pola maka dibuat kesepakatan agar terjaga. Ada standar yang harus dijaga dan dijalankan,” jelasnya.

Apa yang menjadi komitmen adalah bagaimana mencapai Indonesia yang maju. Karena 2024 melihat indeks kemajuan mutu pendidikan di Kepri harus terus melaju naik.

Ia menambahkan ada indikator pada saat membuka SPM (standar pelayanan minimum) pendidikan. SPM indikator yang mudah dilihat, apakah dari sudah terpenuhi dari kab/kota di kurang lebih 3200 satuan pendidikan di Kepri.

“Jika indeks pendidikan Kepri tidak berkembang, dan meningkat, maka melalui forum ini adalah saluran untuk mendiskusikan, mengidentifikasi, guna percepatan dalam bidang pendidikan

Ia menjelaskan saat ini implementasi Merdeka belajar sudah berjalan cukup baik. Hal ini terbukti dengan Raihan 7 nominasi di bidang pendidikan Kepri.

Perolehan Anugerah Merdeka Belajar Tahun 2023(Wilayah Kepulauan Riau) yaitu

  1. Penerima Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif Kategori Transformasi Anggaran dan Regulasi :Provinsi Kepulauan Riau
  2. Penerima Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif Kategori Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan : Kota Batam
  3. Penerima Anugerah Merdeka Belajar Kategori Sosok Kepala Sekolah Inspiratif : Zainudin Ka Sekolah SDN Batu Ampar Kota Batam
  4. Perguruan Tinggi Vokasi Penyelenggara Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) Terbaik Sub Kategori Program Dana Padanan (Matching Fund) : Politeknik Negeri Batam
    5. Perguruan Tinggi Vokasi Penyelenggara Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) Terbaik Sub Kategori Program MKBM Mandiri : Politeknik Negeri Batam
  5. Perguruan Tinggi Vokasi Penyelenggara Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) Terbaik Sub Kategori Pemerolehan Kontribusi Mitra Terbesar dalam MKBM : Politeknik Negeri Batam
  6. Anugerah Merdeka Belajar di bidang Fotografi Rudi Hariandi dari STAIN Sultan AbduAbdurrahman Kepri.

Reporter: YULITAVIA

 

SALAM RAMADAN