batampos – Upaya pencegahan stunting di Provinsi Kepri terus diupayakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bekerjasama dengan semua stakeholder.
Pada kesempatan ini, Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN RI bersama Perwakilan BKKBN Kepri serta mitra kerja melakukan sosialisasi terhadap para remaja di Gereja Katolik St Damian Bengkong, Kota Batam, Minggu (4/6).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Rohina, mengatakan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dalam upaya pencegahan stunting dari hulu tersebut diikuti 420 orang yang terdiri dari, 12 pasang duta genre kelurahan, 300 peserta dari Paroki dan 100 keluarga berisiko stunting.
“Segala bentuk kegiatan untuk menurunkan angka stunting di Kepri gencar dilakukan. Saat ini stunting di Kepri sudah berada di angka 15, 4 persen. Target kami di tahun 2024 secara nasional turun menjadi 14 persen,” kata Rohina.
Sejalan dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yakni, mulai membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) dari provinsi hingga ke desa atau kelurahan, merekrut TPK (Tim Pendamping Keluarga), tenaga Satgas Stunting dan mengajak semua stakeholder untuk menjadi Bapak atau Kakak Asuh anak stunting.

“BKKBN Kepri sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah kepala daerah di Kepri. Insyaallah di tahun 2024 angka stunting di Kepri akan turun,” ungkapnya.
Kedepannya, kata Rohina pihaknya akan melakukan sosialisasi masif di dua Kabupaten di Kepri yang masih tinggi angka stunting yaitu Lingga dan Natuna.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pengukuhan Duta Genre desa/kelurahan dan penobatan Bapak/Ibu/Kakak Asuh anak stunting di Kepri.
Sampai 22 Mei 2023 capaian duta genre desa/kelurahan di Provinsi Kepri baru 280 pasang dari 417 desa/kelurahan atau sebesar 67.15 persen, dan sekarang 4 Juni 2023 menjadi 304 pasang.
“Sementara itu capaian Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sampai dengan bulan Mei 2023 sebesar 82 BAAS dengan total anggaran sebesar Rp 9.543.240.000,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pastor Paroki St Damian Bengkong, Romo Yohanes Budianto SS,CC mengatakan gereja St. Damian Bengkong ikut mendukung sosialisasi yang bermanfaat ini.
Menurutnya stunting harus ditanggulangin karena, banyak sekali anak-anak balita di bawah dua tahun mengalami stunting.
“Gereja hadir di sini untuk mendukung program ini. Ada 300 anak-anak remaja yang ikut dalam sosialisasi ini,” katanya.
Kegiatan ini didukung oleh anggota DPR RI dr. Ribka Tjiptaning, yang sempat berbagi cerita dan pengalaman kepada ratusan remaja yang hadir
“Luar biasa, karena pesertanya banyak anak remaja. Saya melihat generasi muda sangat potensial yang harus kita bina,” ucapnya. (*)
Reporter : Peri Irawan



