
batampos – Seorang warga negara Tiongkok berinisial YZ, yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol, berhasil ditangkap di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Internasional Batamcenter, pada 2 Desember 2024. YZ diduga kuat terlibat dalam kelompok kriminal yang mengoperasikan platform judi online.
Menurut keterangan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Dirwasdakim), Yuldi Yusman, YZ telah menjadi subjek Red Notice sejak 3 Juli 2024 atas permintaan NCB Beijing.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, YZ bertanggung jawab atas transfer dan pencucian uang hasil kejahatan kelompok kriminal tersebut. Modus operasinya melibatkan manipulasi data, menghasilkan keuntungan sebesar 130 juta yuan atau sekitar Rp284 miliar,” ujar dia, beberapa waktu lalu.
YZ diketahui memasuki wilayah Indonesia melalui Batam setelah bertolak dari Pelabuhan Internasional Harbour Front, Singapura. Saat melintasi TPI di Pelabuhan Batamcenter, statusnya sebagai subjek HIT terdeteksi melalui Border Control Management.
Petugas Imigrasi kemudian membawa YZ ke Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sehari setelah penangkapan, tepatnya pada 3 Desember 2024, YZ ditangani oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian untuk pendalaman kasus. Proses tersebut melibatkan koordinasi dengan Interpol Indonesia guna memastikan dugaan tindak pidana yang dilakukan YZ. Pada Kamis, 5 Desember 2024, YZ diserahkan kepada NCB Interpol untuk langkah hukum lebih lanjut.
Direktorat Jenderal Imigrasi, melalui Dirwasdakim, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional dari ancaman warga negara asing yang tidak memiliki kontribusi positif.
“Sebagai bagian dari satuan tugas penanganan judi online, Ditjen Imigrasi akan terus bersinergi dengan Interpol dan pihak terkait,” katanya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, mengapresiasi kecepatan dan ketelitian petugas Imigrasi dalam mendeteksi status YZ.
“Saat pemeriksaan di Pelabuhan Batam Center pada 2 Desember lalu, status HIT YZ langsung teridentifikasi. Ini menunjukkan efektivitas sistem Border Control Management yang kami gunakan,” katanya, Jumat (6/12). (*)
Reporter: Arjuna



