Sabtu, 28 Maret 2026

Siswa SDN 018 Sagulung Manfaatkan Sampah Bekas untuk Dekorasi Sekolah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah satu karya sia-siakan SDN 018 Sagulung dengan memanfaatkan barang bekas. F. Eusebius/Batam Pos

batampos – SDN 018 Sagulung menjadi salah satu sekolah yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah bekas untuk keindahan dan dekorasi sekolah. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Nurmala, inisiatif ini telah berjalan cukup lama dan berhasil mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.

Kreativitas siswa dan guru SDN 018 terlihat dari cara mereka memanfaatkan botol bekas air mineral menjadi hiasan dan tulisan nama sekolah. Lebih dari puluhan ribu botol plastik telah digunakan untuk mempercantik lingkungan sekolah. Botol-botol tersebut juga diisi dengan sampah plastik lain agar lebih padat, sehingga mampu meminimalkan sampah yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah.

“Sekolah kami berada di tengah permukiman padat penduduk, sehingga kami merasa bertanggung jawab terhadap persoalan sampah. Kami mendidik anak-anak untuk tertib dengan sampah dan kreatif menggunakannya kembali. Hasilnya, sekolah menjadi lebih indah dengan hiasan dari barang bekas,” ungkap Nurmala.

Proses pengelolaan sampah ini dimulai dengan memilah sampah. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan didaur ulang menjadi barang yang berguna, sementara sampah lainnya dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Anak-anak diajarkan untuk terbiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menjadi lebih peduli terhadap pengelolaan limbah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengapresiasi langkah SDN 018 Sagulung dalam menciptakan budaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, program ini tidak hanya mendidik siswa untuk bertanggung jawab terhadap sampah, tetapi juga meningkatkan kreativitas mereka.

“Program ini adalah bagian dari edukasi penting bagi siswa. Kita tidak hanya menyediakan tong sampah di mana-mana, tetapi juga menciptakan kebiasaan anak-anak untuk mengontrol sampah yang mereka hasilkan. Mereka diajarkan untuk memilah sampah dan memanfaatkan sampah daur ulang untuk kebutuhan sekolah,” jelas Tri Wahyu Rubianto.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penggunaan polybag di sekitar tong sampah untuk menyortir sampah daur ulang. Sampah ini kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dekorasi dan penataan lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan baik.

Nurmala menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru dan masyarakat sekitar. “Kami ingin membangun budaya tanggung jawab bersama. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak saja,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong, SDN 018 Sagulung berharap dapat terus menjadi contoh sekolah yang peduli lingkungan. Selain mempercantik sekolah, inisiatif ini juga memberikan pendidikan praktis bagi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi polusi sampah plastik.

Langkah SDN 018 Sagulung membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan melibatkan seluruh komunitas sekolah, mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya keberlanjutan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE