Kamis, 29 Januari 2026

BMKG Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspada Hadapi Potensi Banjir Rob yang Melanda Batam, Bintan, Tanjungpinang hingga Karimun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Tanjunguma duduk santai di depan rumahnya beberapa waktu lalu. Banjir rob yang melanda Tanjunguma menimbulkan sampah berserakan. Sampah-sampah plastik terbawa arus banjir rob hingga bersarang di setiap sudut permukiman. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Masyarakat pesisir di wilayah Kepulauan Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi terjadi mulai Selasa, 13 Mei hingga Minggu, 19 Mei 2025.

Peringatan dini ini disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Riza Junariti, menyusul fenomena bulan purnama yang terjadi pada Senin, 12 Mei 2025.

“Fenomena bulan purnama ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum, sehingga meningkatkan risiko banjir pesisir di sejumlah wilayah,” ujar Riza, Senin (12/5).

Berdasarkan analisis data water level dan prediksi pasang surut air laut, wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak rob antara lain:

Kota Batam: Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya.
Kabupaten Lingga, Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang, dan sekitarnya.
Kabupaten Karimun meliputi Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan sekitarnya.

Kabupaten Bintan meliputi Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya. Kota Tanjungpinang meliputi Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya.

BMKG mencatat, dampak dari banjir pesisir ini dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, khususnya di area pelabuhan dan wilayah pesisir.

Aktivitas bongkar muat barang, pemukiman penduduk di dekat laut, tambak garam, hingga sektor perikanan darat menjadi sektor-sektor yang paling rentan terdampak.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut, serta mengambil langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan risiko kerugian akibat genangan air laut.

“Kami menganjurkan warga untuk tidak panik, namun tetap waspada. Waspadai juga potensi kerusakan lingkungan dan infrastruktur yang mungkin terjadi akibat air pasang tinggi,” kata Riza.

Lebih lanjut, BMKG akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan cuaca dan fenomena alam lainnya yang dapat mempengaruhi keselamatan masyarakat di wilayah pesisir Kepri. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update