Minggu, 25 Januari 2026

Batam Jadi Tuan Rumah Perdana Sirkuit Nasional 3X3, Langkah Awal Menuju PON dan Kancah Internasional

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Umum DPD Perbasi Kepri yang juga anggota DPRD Kepri, Suhadi saat akan melakukan shooting yang disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Perbasi, Nirmala Dewi, Wakil Ketua Pelaksana 3X3 PP Perbasi, Alvin Kennedy, Kadispora Kepri, Dr. Darson, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS dan undangan lainnya pada pembukaan Kejuaraan Sirkuit Nasional Basket 3X3, di GOR Hi Test Arena, Batam Center , Sabtu (12/7). Foto. Cecep Mulyana/Batam

batampos – Kejuaraan Sirkuit Nasional 3X3 kelompok umur (KU) 16 dan KU18 resmi digelar di GOR Hi Test Arena, Batam Center Sabtu (12/7). Sebanyak 30 tim, beberapa diantaranya dari luar Kepri saling unjuk kemampuan dalam turnamen yang menjadi ajang seleksi menuju grand final nasional tersebut.

Turnamen 3X3 ini akan berlangsung dua hari, hingga Minggu (13/7), dengan sistem gugur. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Perbasi, Nirmala Dewi mengatakan hadir untuk memantau pelaksanaan dan kesiapan tuan rumah. Kepri menjadi kota pertama dari rangkaian sirkuit nasional yang akan digelar di sejumlah daerah di Indonesia.

“Event ini memang kami bikin 3X3 Sirkuit Nasional. Juara-juara dari setiap kota nantinya akan bertanding kembali di grand final. Belum diputuskan akan digelar di mana, tapi kami datang untuk melihat langsung kompetisi dan memastikan pelaksanaannya berjalan baik,” ujar Nirmala.

Menurut dia, turnamen di Batam mempertandingkan kategori KU16 dan KU18, dengan peserta dari Jakarta, Medan, Sumatra Utara, serta berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Selain kejuaraan sirkuit nasional, tuan rumah juga menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang menjadi ajang pencarian bibit unggul lokal. “Kami juga akan melakukan pembinaan untuk atlet,” kata dia.

Ketua Umum DPD Perbasi Kepri yang juga anggota DPRD Kepri, Suhadi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kepri sebagai tuan rumah pembuka. Ia menyebut ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang untuk mengangkat prestasi basket 3X3 di daerah.

“Kalau basket lima lawan lima, dominasi masih di Jawa. Maka 3X3 ini menjadi ruang bagi kita membangun kekuatan sendiri. Harapannya, atlet Kepri bisa lolos ke PON atau bahkan ajang internasional ke depan,” katanya.

Ia Optimis Batam mampu menjadi tuan rumah ajang basket 3X3 tingkat internasional pada tahun depan. Dan ia pun telah mengusulkan hal itu dengan dukungan dari PP Perbasi dan Kemenpora.

“Kami akan mendorong agar tahun depan bisa gelar 3X3 level internasional. Tentu butuh dukungan pusat dan sponsor. Tapi dari kesiapan teknis dan semangat daerah, saya yakin Batam sangat layak,”tegasnya

Meski basket selama ini dianggap olahraga eksklusif, Suhadi optimistis perkembangan 3X3 akan mendorong minat lebih luas di tengah masyarakat. Terlebih, 3X3 kini menjadi salah satu nomor resmi yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan juga masuk kalender kompetisi internasional FIBA.

“Lewat event seperti ini, kami ingin turun langsung ke bawah. Basket bukan milik segelintir orang. Anak-anak di Kepri juga harus punya panggung,” katanya.

Wakil Ketua Pelaksana 3X3 PP Perbasi, Alvin Kennedy, menilai penyelenggaraan di Batam sudah sangat proper. Ia berharap dari sirkuit nasional ini muncul atlet-atlet muda yang bisa dibina berjenjang hingga tingkat nasional.

“Kami ingin ada keberlanjutan dari kompetisi ini. Harus banyak event seperti ini agar pembinaan berjalan. Dan saya kira Batam sudah menunjukkan kesiapan itu,” ucap Alvin.

Sementara itu, Ketua KONI Kepri Usep RS menyambut positif gelaran tersebut. Menurutnya, cabang basket 3X3 kini menjadi salah satu nomor resmi di PON, dan Kepri memiliki peluang besar mencetak atlet andalan dari ajang-ajang seperti ini.

“Dukungan dari semua pihak, baik Dispora, Perbasi, sponsor seperti Wuling, sangat penting. Karena ini bukan sekadar pertandingan, tapi bagian dari investasi olahraga prestasi,” kata Usep. (*)

Reporter: Yashinta

Update