Jumat, 23 Januari 2026

Halte Trans Batam Dipenuhi Coretan, Dishub: Ini Vandalisme, Malu Dilihat Pendatang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Halte Transbatam yang penuh coretan, tapi sudah tertutupi sebagian oleh peta yang ditempel dishub,. f. syaban

batampos – Coretan pilok dan gambar tak beraturan kembali mencoreng wajah Kota Batam. Fasilitas umum berupa halte Trans Batam, tempat masyarakat menunggu dan naik turun bus, kini dipenuhi tindakan vandalisme yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pemandangan ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga membuat fasilitas layanan publik tampak kumuh.

Berdasarkan pendataan Dinas Perhubungan, terdapat sedikitnya 94 halte Trans Batam yang tersebar di seluruh kota. Dari jumlah itu, 20 halte telah dicoret-coret, atau sekitar delapan belas persen fasum sudah dirusak oleh vandalisme dengan pilok maupun cat.

Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, menyebut kondisi ini memprihatinkan. Ia menjelaskan coretan banyak ditemukan di rute Batam Center hingga Batu Aji, dan pihaknya kini menjalankan perbaikan secara bertahap.

“Rata-rata yang sudah dicoret itu kawasan Batam Center ke Batu Aji. Kami akan cat ulang secara bertahap. Beberapa halte juga kami tutup sementara coretannya dengan spanduk rute bus,” ujarnya saat dihubungi Batam Pos, Selasa (2/11) siang.

BACA JUGA: Rawan dan Semrawut, Warga Minta Halte di Depan SMPN 47 Marina

Bambang menegaskan bahwa merusak fasilitas umum merupakan pelanggaran hukum, bahkan masuk kategori tindak pidana ringan. Dalam Pasal 275 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa setiap orang yang merusak atau mengganggu rambu dan fasilitas jalan dapat dikenakan pidana kurungan satu bulan atau denda Rp250 ribu.

“Ini termasuk pelanggaran ringan. Memang belum kami tangkap tangan, tapi kalau sudah sangat meresahkan, kami bisa bentuk tim bersama Satpol PP dan kepolisian untuk mengambil tindakan,” tegasnya.

Meski bukan kejadian baru, Bambang memastikan Dishub akan terus melakukan perbaikan halte agar tampilan kota tetap rapi dan nyaman bagi masyarakat maupun pendatang.

“Ini sudah lama terjadi. Ini jelas vandalisme. Kami tetap cat ulang supaya tidak mengganggu estetika,” katanya.

Dishub juga menemukan bahwa aksi coret-coret tidak hanya terjadi di halte, tetapi juga di pagar fasilitas umum hingga sebagian rambu lalu lintas. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas kota yang dibangun menggunakan anggaran negara.

“Ini fasilitas kita semua. Malu kalau kota kita penuh coretan dilihat tamu dari luar daerah atau luar negeri. Sama-sama kita jaga,” tuturnya.

Bambang berharap warga yang memiliki hobi menggambar tidak menyalurkannya dengan merusak fasilitas umum.

“Untuk kawan-kawan yang mungkin tergoda mencoret-coret, bertobatlah. Masih banyak tempat lain yang bisa menyalurkan kreativitas. Mari kita sama-sama jaga falitas kota ini,” kata dia. (*)

Reporter: Syaban

Update