Kamis, 15 Januari 2026

Polisi Mulai Periksa Tersangka Ledakan Maut Kapal Federal II, Ada WNA

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Evakuasi korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard.

batampos – Penyidikan kasus ledakan kapal Federal II milik PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Batam, terus bergulir. Hingga Jumat (9/1), Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka yang telah ditetapkan dalam tragedi yang menewaskan 14 pekerja tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Debby Tri Andrestian menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap. “Masih pemeriksaan tersangka kasus PT ASL. Untuk tujuh tersangka dijadwalkan pemeriksaan secara bertahap,” ujarnya, Jumat (9/1).

Sebagaimana diketahui, kepolisian sebelumnya telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus ledakan maut kapal Federal II. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau, lebih dari dua bulan sejak insiden terjadi.

Baca Juga: Guru dan Tenaga Kependidikan di Batam Terima MBG Mulai Hari Ini

Kapolresta Barelang dalam keterangan sebelumnya menjelaskan bahwa para tersangka berasal dari unsur perusahaan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. Namun hingga kini, polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing tersangka kepada publik.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami sejauh mana tanggung jawab dan keterlibatan para tersangka dalam peristiwa ledakan tersebut. Penyidik juga masih melengkapi alat bukti guna memperkuat konstruksi hukum sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penahanan.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Batam dan kalangan buruh, mengingat ledakan kapal Federal II merupakan salah satu kecelakaan kerja terburuk di sektor galangan kapal dalam beberapa tahun terakhir. Tragedi tersebut menewaskan 14 pekerja subkontraktor dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Cegah Balap Liar, Polsek Seibeduk Siagakan Personel di Bagan

Sebagai kilas balik, ledakan terjadi pada 15 Oktober 2025 saat proses perbaikan kapal tanker berlangsung di galangan PT ASL Shipyard, kawasan Tanjunguncang, Batuaji. Insiden itu memicu sorotan tajam terhadap lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri berisiko tinggi.

Polisi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan. Publik berharap proses hukum berjalan tuntas dan adil, serta menjadi momentum perbaikan serius dalam penerapan keselamatan kerja agar tragedi serupa tidak kembali merenggut nyawa para pekerja. (*)

Update