
batampos – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kota Batam di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Dalam beberapa pekan terakhir, titik api muncul hampir setiap hari di sejumlah wilayah, memicu kekhawatiran warga sekaligus memunculkan dugaan adanya unsur kesengajaan.
Terbaru, kebakaran terjadi pada Kamis (12/2) sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Batam Kota. Api melahap lahan kosong yang berada tepat di depan Perumahan Bukit Raya.
Lokasi kebakaran yang hanya terpisah jalan dari permukiman warga sempat membuat panik. Kobaran api terlihat jelas dari rumah-rumah warga yang berada di seberang lahan tersebut.
Baca Juga: Pencabulan Anak Marak, Status KLA Batam Terkoyak
Rafi, salah seorang warga Perumahan Bukit Raya, mengatakan api muncul persis di depan rumahnya.
“Depan rumah saya langsung, jaraknya hanya seberang jalan saja, bang,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Namun, kejadian ini menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi selama musim kemarau. Sejumlah warga menduga rentetan kebakaran bukan semata dipicu faktor cuaca.
Warga lainnya, Kiki, menilai ada kemungkinan kebakaran terkait pembukaan lahan.
“Asumsiku bakal ada pembukaan lahan di mana-mana. Kemarin di pinggiran Jalan Punggur juga kebakaran dan menurutku luas. Kayaknya mau buka lahan,” katanya.
Ia juga menyebut, sepanjang jalan menuju Jembatan 6 Barelang terlihat beberapa kawasan hutan yang terbakar dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Pemko Batam Serahkan 850 KIA di SDN 006, Pemilik Dapat Diskon Buku dan Wisata hingga 20 Persen
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Andi M, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi.
“Belum tahu penyebabnya. Ada tiga mobil ke lokasi, satu unit dari Pos Nongsa dan dua unit dari Pos Kabil,” ujarnya.
Pihak Damkar masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi kebakaran susulan di tengah kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang. (*)



