
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam (Disbudpar) menggandeng maskapai Air Asia Malaysia serta para pelaku industri pariwisata dalam upaya memperkuat konektivitas udara dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan pengumuman pembukaan rute internasional baru pada Rabu (25/2) siang yang menghubungkan Bandara Internasional Hang Nadim (BTH) dengan Kuala Lumpur International Airport (KUL).
Rute Batam–Kuala Lumpur ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 dengan frekuensi penerbangan satu kali setiap hari (daily flight).
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran rute baru ini menjadi akses penting dalam mendongkrak sektor pariwisata Batam.
Menurutnya, konektivitas langsung Batam–Kuala Lumpur maupun sebaliknya akan semakin memudahkan pergerakan wisatawan dan pelaku bisnis antara Indonesia dan Malaysia.
“Batam sangat terbantu dengan kunjungan wisatawan mancanegara. Pada 2025, jumlah wisman yang masuk ke Batam mencapai sekitar 1,6 juta orang. Saat kebijakan visa on arrival (VOA) masih berlaku untuk negara seperti Tiongkok, India, dan Jepang, kunjungan kita bahkan over target dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Lion Air Group Tambah 6 Extra Flight dari Batam
Ia menyebutkan, sektor pariwisata menyumbang sekitar 24 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Selama ini, wisatawan dari Singapura dan Malaysia menjadi kontributor terbesar kunjungan ke Batam.
“Tidak banyak kota yang memiliki akses darat dan udara sebaik Batam. Kota ini memang dirancang untuk industri, galangan kapal, perdagangan, sekaligus pariwisata. Dengan tambahan rute internasional seperti ini, peluang kita semakin terbuka,” kata Ardiwinata.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, menyampaikan apresiasi atas komitmen AirAsia Malaysia membuka rute baru tersebut. Ia memastikan kesiapan bandara, mulai dari pengaturan slot penerbangan, fasilitas check-in counter, hingga dukungan layanan imigrasi.
“Secara kesiapan operasional kami siap. Slot penerbangan sudah kami amankan, sehingga tidak terjadi crossing schedule. Fasilitas imigrasi dan layanan penumpang juga telah disiapkan. Pada acara inaugurasi nanti akan ada penyambutan khusus,” ujarnya.
Rute ini akan dilayani menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas antara 100 hingga 180 penumpang. Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit, penerbangan ini diharapkan menjadi alternatif perjalanan yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat kedua negara.
Adapun jadwal penerbangan yang direncanakan adalah:
AK 472 Kuala Lumpur (KUL) – Batam (BTH), berangkat 08.05 LT dan tiba 08.15 LT.
AK 471 Batam (BTH) – Kuala Lumpur (KUL), berangkat 08.45 LT dan tiba 10.55 LT.
Maskapai juga telah membuka penjualan tiket dengan tarif promosi untuk periode terbang 13 Maret hingga 24 Oktober 2026, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: 6.316 Warga Kepri Jadi Korban Penipuan, Kerugian Rp41,17 Miliar
CEO AirAsia Malaysia, Dato’ Captain Fareh Mazputra, menyampaikan bahwa pembukaan rute Kuala Lumpur–Batam merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan internasional di Asia Tenggara sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia.
Saat ini Air Asia mengoperasikan sekitar 19 rute ke Indonesia dengan total angkutan mencapai kurang lebih 3 juta penumpang.
Menurutnya, Batam memiliki potensi besar, baik untuk wisata, bisnis, maupun konektivitas lanjutan (fly-thru) melalui Kuala Lumpur sebagai salah satu hub utama Air Asia Group.
Dari Kuala Lumpur, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi internasional seperti Bangkok, Ho Chi Minh City, Almaty, hingga Istanbul.
“Kami melihat potensi yang sangat baik di Batam. Rute ini membuka banyak peluang, baik untuk pertukaran budaya maupun pertumbuhan pariwisata antara Malaysia dan Batam. Kami mengajak masyarakat Batam untuk memanfaatkan konektivitas ini,” ujarnya.
Terkait peluang pembukaan rute tambahan di masa mendatang, pihak maskapai menyebutkan akan melihat perkembangan pasar terlebih dahulu.
“Potensi itu selalu ada, tetapi kita ambil langkah pertama dulu dan melihat respons pasar,” katanya.
Dengan tambahan rute ini, Pemko Batam berharap arus kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama pariwisata dan investasi di wilayah Kepulauan Riau. (*)



