Senin, 2 Maret 2026

Ekspor Udang Vaname Batam Tembus 3.664 Ton, Singapura Jadi Pasar Utama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Komoditas udang vaname masih menjadi tulang punggung ekspor, khususnya ke pasar Singapura.

batampos – Kinerja ekspor perikanan Kota Batam tetap menunjukkan tren positif di tengah dinamika produksi awal tahun. Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam mencatat, komoditas udang vaname masih menjadi tulang punggung ekspor, khususnya ke pasar Singapura.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengungkapkan sepanjang 2025 produksi udang vaname mencapai 3.664 ton, atau rata-rata sekitar 300 ton per bulan. Angka ini menjadikan vaname sebagai komoditas budidaya dengan kontribusi terbesar terhadap ekspor perikanan Batam.

“Produksinya memang tinggi karena permintaan pasar luar negeri, terutama Singapura, cukup besar,” ujar Yudi.

Baca Juga: Ekspor Ikan Batam Terus Tumbuh, Dinas Perikanan Kejar Target 6.500 Ton

Dari sisi ekspor, total komoditas ikan Batam yang dikirim ke Singapura sepanjang 2025 tercatat 6.406 ton dengan nilai mencapai Rp263,5 miliar. Udang vaname menjadi penyumbang dominan dalam angka tersebut.

Namun, memasuki 2026, produksi sempat mengalami perlambatan. Pada Januari 2026, produksi udang vaname tercatat 204 ton. Penurunan ini dipengaruhi oleh penghentian sementara aktivitas sejumlah pembudidaya di wilayah Galang.

“Dari 31 pembudidaya udang skala besar yang terdata, 21 masih aktif beroperasi. Ada beberapa di Galang yang menghentikan sementara produksi, sehingga berpengaruh pada capaian awal tahun,” jelasnya.

Meski demikian, Diskan memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu suplai ekspor secara signifikan, karena sebagian hasil produksi juga tetap diserap untuk kebutuhan lokal Batam.

Yudi menambahkan, mayoritas pembudidaya udang vaname di Batam merupakan pelaku usaha skala besar, sehingga belum menjadi prioritas penerima bantuan dari pemerintah daerah.

“Kalau untuk udang, pelakunya rata-rata skala besar. Bantuan dari Diskan lebih difokuskan kepada pembudidaya skala kecil,” katanya.

Selain udang vaname, Batam juga rutin mengekspor komoditas budidaya lain seperti kerapu, kakap, dan bawal. Sepanjang 2025, produksi kerapu tercatat 74,6 ton, kakap 142,4 ton, dan bawal 59,1 ton.

Produksi ketiga komoditas tersebut relatif lebih kecil karena sebagian besar dibudidayakan oleh pelaku skala kecil. Untuk kelompok ini, pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan benih melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) serta dukungan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Batam.

Dengan capaian produksi ribuan ton per tahun dan pasar ekspor yang stabil, sektor budidaya udang vaname dinilai masih menjadi salah satu penopang utama kinerja perikanan Batam di tengah tantangan fluktuasi produksi awal tahun. (*)

SALAM RAMADAN