Sabtu, 28 Maret 2026

Menumpuk Saat Periode Lebaran, Warga Diminta Tingkatkan Kepatuhan Buang Sampah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah di pinggir jalan Seibinti Sagulung. F.Eusebius Sara

batampos – Tumpukan sampah di sejumlah titik di Kecamatan Sagulung, Batam, kian mengkhawatirkan selama periode Lebaran. Di Jalan Seibinti, tepatnya dekat kawasan Candi Bantar, sampah terlihat semakin meluber hingga ke ruas jalan, mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Seilekop, khususnya di sekitar galangan kapal. Tumpukan sampah di wilayah ini semakin banyak dan memanjang di sepanjang jalan, menciptakan pemandangan kumuh yang belum juga teratasi hingga kini.

Mayoritas sampah yang menumpuk didominasi oleh sampah rumah tangga. Peningkatan volume sampah selama momen Lebaran disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan.

Warga menyebut tonase sampah meningkat signifikan dibanding hari biasa. Aktivitas rumah tangga yang meningkat, ditambah keterbatasan pengangkutan, membuat sampah cepat menumpuk di berbagai titik, termasuk di lokasi pembuangan liar.

Baca Juga: Lonjakan Arus Balik Belum Terjadi, Pergerakan Penumpang di Pelabuhan Domestik Batam Stabil

Haris, warga Sagulung, mengatakan kondisi penumpukan sampah saat ini jauh lebih parah dibanding hari-hari biasa. Ia mengaku khawatir jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah akan semakin meluas.

“Sekarang ini makin banyak, apalagi selama Lebaran. Sampah rumah tangga paling dominan, cepat sekali menumpuk,” ujarnya.

Ia juga menilai selain keterbatasan armada, kepatuhan masyarakat dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan masih rendah. Menurutnya, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan sehingga memperparah kondisi.

“Kalau masyarakat tidak disiplin, mau diangkut sebanyak apa pun tetap akan menumpuk lagi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rina, warga Batuaji. Ia menilai perlu adanya kesadaran bersama agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap tahun, terutama saat momen Lebaran.

“Banyak yang buang sampah sembarangan, akhirnya jadi menumpuk di pinggir jalan.Harus ada kesadaran dari kita juga,” katanya.

Menurut Rina, selain penanganan dari pemerintah, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap ada pengawasan dan penegakan aturan agar masyarakat lebih patuh dalam membuang sampah.

Baca Juga: Produk Timah Solder Batam Tembus Pasar India

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kota Batam. Ia menjelaskan, peningkatan volume sampah kerap terjadi pada momen tertentu seperti Lebaran, sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

Amsakar juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang saat ini sudah menampung sekitar 7,5 juta ton sampah dengan ketinggian mencapai 20 meter. “Kadang satu mobil sampah butuh waktu hingga dua jam untuk membuang karena antrean panjang di TPA,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah agar beban penanganan tidak semakin berat.(*)

 

UPDATE