
batampos – Ratusan warga bersama aparatur Pemerintah Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (30/3) pagi. Di bawah terik matahari, mereka melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan setelah beberapa pekan cuaca panas melanda dan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.
Wali Kota Batam, yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah. Ia menyampaikan, bahwa Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual yang berjalan beriringan dengan langkah teknis yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Kita menyadari air merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat Batam. Melalui Salat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah, sehingga waduk kembali terisi dan risiko kebakaran hutan dapat diminimalkan,” kata dia.
Baca Juga: Layanan Disdukcapil Batam Masih Normal Pascalebaran, Didominasi Surat Pindah dan KK
Tingginya suhu dalam beberapa waktu terakhir mulai memengaruhi ketersediaan air baku di sejumlah waduk utama. Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh Ustaz Hefri AR sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Kiai Dhoifi Ibrahim. Dalam khutbahnya, Kiai Dhoifi mengajak jamaah memperbanyak istigfar serta melakukan introspeksi diri.
Ia menyampaikan, bahwa fenomena kekeringan dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan meningkatkan ketakwaan.
Baca Juga: Pelaku Eksibisionis Berkeliaran di Sei Lekop
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, tingginya intensitas panas menyebabkan peningkatan penguapan serta minimnya resapan air ke waduk. Kondisi ini turut memengaruhi pasokan air bersih di Batam.
Pemko Batam bersama BP Batam mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan utama. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.(*)



