
batampos – Asosiasi Dong Yue Taiji Indonesia (ADYTI) Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2030 dalam sebuah seremoni yang digelar di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Sabtu, (4/7). Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum ADYTI serta perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), sekaligus menjadi momentum penguatan peran olahraga tradisional taichi sebagai sarana peningkatan kesehatan masyarakat.
Ketua DPD ADYTI Kepulauan Riau, Li Tiau Yang, mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali sesuai dengan anggaran dasar dan hasil rapat kerja daerah (Rakerda).
“Proses regenerasi kepengurusan ini berjalan sesuai prosedur organisasi. Ada pergantian pengurus dari periode sebelumnya, tetapi tujuan utama kami tetap sama, yakni menyehatkan masyarakat melalui olahraga taichi,” kata Li Tiau Yang usai pelantikan.
Menurut dia, aktivitas taichi yang digagas ADYTI selama ini telah berkembang di sejumlah wilayah di Batam. Kegiatan rutin digelar di berbagai lokasi, antara lain di Orchid Park, Buana Raya, Royal Grande, hingga Yayasan Marga Lim.
Li menilai antusiasme masyarakat terhadap taichi terus meningkat karena olahraga tersebut dinilai memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama dalam pengaturan pernapasan, keseimbangan tubuh, dan kebugaran fisik secara menyeluruh.
“Selama ini masyarakat menerima taichi dengan sangat baik. Manfaatnya sangat besar, mulai dari melatih pola pernapasan hingga menjaga kesehatan tubuh. Taichi bukan hanya untuk kalangan lanjut usia, tetapi juga sangat baik bagi generasi muda,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, ADYTI Kepri juga berharap dukungan pemerintah daerah semakin diperkuat. Organisasi yang bernaung di bawah KORMI itu ingin berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi sport tourism berbasis olahraga masyarakat.
Li mengatakan, kegiatan taichi memiliki peluang besar untuk menarik peserta maupun wisatawan dari luar negeri, khususnya dari Malaysia dan Tiongkok, yang selama ini memiliki budaya taichi yang kuat.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata. Kegiatan taichi berpotensi mendatangkan peserta dari Malaysia maupun Tiongkok sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Yatmi Hadi Sutarno, mengatakan kepengurusan baru ADYTI diharapkan mampu meningkatkan semangat organisasi dalam mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga taichi.
“Kami berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat lebih aktif mengajak masyarakat Batam dan Kepulauan Riau untuk mengikuti kegiatan senam dan taichi bersama ADYTI. Tujuannya sederhana, yakni menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih bahagia,” ujar Yatmi.
Menurut Yatmi, kolaborasi antara ADYTI dan pemerintah daerah selama ini berjalan cukup baik. Sebagai induk organisasi olahraga masyarakat yang berfokus pada taichi, ADYTI terus mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan terbuka.
Ia menegaskan bahwa taichi merupakan olahraga yang dapat diikuti oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Anggapan bahwa taichi hanya diperuntukkan bagi lansia, kata dia, perlu diluruskan.
“ADYTI terbuka untuk semua kalangan. Taichi bukan hanya untuk orang tua, tetapi dapat dipelajari dan dilakukan oleh seluruh kelompok usia karena manfaat kesehatannya sangat luas,” katanya.
Yatmi berharap kepengurusan periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.
“Harapan kami, pengurus yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal serta semakin aktif mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi penting dalam kehidupan,” ujarnya.(*)

