Selasa, 7 April 2026

Harga Minyak Goreng di Batam Naik, Minyakita Menghilang dari Pasaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang warga membeli minnyak goreng di supermarket di kawasan Batam kota, Minggu (5/4). Harga minyak goreng di Batam mengalami kenaikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Usai perayaan Idul Fitri, beban ekonomi makin dirasakan masyarakat di Batam. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama minyak goreng, dikeluhkan ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.

Di sejumlah pasar dan swalayan, harga minyak goreng terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya itu, minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang diproduksi pemerintah juga sulit ditemukan di pasaran.

Namun, sejumlah merek baru mulai bermunculan dengan harga yang relatif lebih tinggi yakni Rp 18-20 ribu per liter. Untuk minyak goreng premium, kenaikan juga terjadi. Salah satunya produk Sunco yang kini dijual sekitar Rp42 ribu per 2 liter, dari sebelumnya berkisar Rp38 ribu hingga Rp39 ribu.

Baca Juga: Apindo Dukung Kebijakan WFH, Implementasi di Batam Tidak Luas

Di kawasan Nongsa, salah satu karyawan swalayan, Resti, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Ia mengatakan, kenaikan sudah terjadi sekitar tiga hari terakhir dengan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter.

“Naik sudah sejak tiga hari lalu. Banyak ibu-ibu yang mengeluh saat belanja,” ujarnya.

Resti menambahkan, saat ini stok yang dijual masih merupakan barang lama sehingga harga belum sepenuhnya mengikuti kenaikan terbaru. Namun, jika stok lama habis, harga akan disesuaikan dengan harga baru dari distributor.

Sementara itu, dampak kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha kecil. Lina, salah satu pedagang makanan, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya karena biaya bahan baku yang meningkat.

Baca Juga: Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen

“Ya harga minyak goreng naik, semua serba mahal. Bahan-bahan untuk masak kue juga ikut naik,” katanya.

Hingga saat ini, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, belum memberikan keterangan resmi terkait kenaikan harga minyak goreng tersebut.(*)

ReporterYashinta

UPDATE