Kamis, 23 April 2026

Perang Global, Ancaman PHK Kian Nyata

Berita Terkait

Riak ketegangan global tak lagi terasa jauh, ia kini menekan langsung denyut industri Batam, dari ekspor yang melemah hingga biaya produksi yang melonjak. Dunia usaha memilih menahan langkah, rekrutmen dipersempit, sementara antrean pencari kerja terus memanjang. Situasi ini menjadi peringatan dini bahwa gelombang PHK dan pengangguran bisa datang lebih cepat dari perkiraan. Jika tak diantisipasi, kondisi ini berpotensi menjelma menjadi krisis ketenagakerjaan yang mengkhawatirkan.

ILUSTRASI kesempatan kerja kian sempit seiring tekanan konflik global. Foto: chatgpt

KONFLIK geopolitik global dan perlambatan ekonomi dunia mulai mengguncang fondasi industri di Batam. Kota yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor manufaktur nasional itu kini menghadapi tekanan berlapis: penurunan kinerja ekspor, lonjakan biaya produksi, hingga sikap hati-hati dunia usaha yang berdampak langsung pada minimnya rekrutmen tenaga kerja.

Di balik geliat kawasan industri yang selama ini menjadi magnet investasi, tersimpan kekhawatiran akan “badai senyap” yang perlahan menguat. Ancaman itu bukan hanya soal melemahnya kinerja industri, tetapi juga potensi ledakan pengangguran yang bisa terjadi dalam waktu dekat.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau mencatat ada 75 ribu pengangguran di wilayah Kepri. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen terkonsentrasi di Batam. Angka ini menempatkan Batam tidak hanya sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai episentrum persoalan ketenagakerjaan.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

ReporterTim Batampos

UPDATE