Jumat, 1 Mei 2026

Minim Anggaran, Tim dari Kepri Ikuti Tiga Kategori di Pesparawi Nasional

Berita Terkait

Persiapan salah satu grup Pesparawi. F.Istimewa

batampos – Persiapan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Riau menuju ajang nasional di Manokwari, Papua Barat, Juni 2026, diwarnai harapan agar penentuan peserta benar-benar mengedepankan kualitas. Sejumlah anggota paduan suara menilai langkah tersebut penting agar Kepri dapat meraih hasil terbaik dan membawa nama daerah secara maksimal di tingkat nasional.

Harapan itu disampaikan oleh anggota kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) setelah muncul keputusan yang menyebut hanya tiga dari empat kategori yang akan diberangkatkan. Dari keputusan tersebut, satu kategori dari dua tim dengan nilai tertinggi berpotensi tidak diberangkatkan, meski sebelumnya dinilai paling siap oleh tim penilai.

Ketua kategori PSDC, Ezra, mengatakan penentuan peserta seharusnya tetap mengacu pada hasil evaluasi yang dilakukan secara profesional. “Kami berharap penilaian yang sudah dilakukan oleh tim juri dapat menjadi dasar utama, karena dari situlah terlihat kategori mana yang paling siap membawa nama Kepri di tingkat nasional,” ujarnya di Batam, Jumat (24/4).

Menurut Ezra, peserta yang selama ini menjalani latihan intensif selama hampir dua tahun tentu berharap kerja keras mereka menjadi bagian dari pertimbangan utama. Ia menilai keberangkatan ke ajang nasional seharusnya menjadi kesempatan bagi tim terbaik untuk menunjukkan kemampuan sehingga target prestasi dapat tercapai.
Dalam empat kali uji coba yang digelar selama masa persiapan, kategori PSRP dan PSDC secara konsisten memperoleh nilai tertinggi. Pada evaluasi terakhir yang menghadirkan penilai dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), kedua kategori tersebut juga disebut sebagai tim yang paling siap tampil di tingkat nasional.

Meski demikian, panitia pemberangkatan disebut menghadapi keterbatasan anggaran akibat tingginya biaya perjalanan menuju Papua Barat. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan jumlah kategori yang akan diberangkatkan. Namun peserta berharap kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen untuk mengutamakan kualitas penampilan kontingen.

Ketua PSRP, Markus Manalu, menilai kualitas harus menjadi perhatian utama agar pengorbanan peserta sejalan dengan tujuan pembinaan. “Kami hanya berharap penentuan peserta dilakukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan, sehingga yang berangkat benar-benar bisa memberikan hasil terbaik untuk Kepri di tingkat nasional,” kata Markus.

Peserta berharap Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri dapat meninjau kembali kebijakan yang diambil. Dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas utama, kontingen Kepri diyakini dapat tampil lebih maksimal dan membawa nama daerah dengan lebih baik dalam Pesparawi Nasional 2026.(*)

UPDATE