Jumat, 22 Mei 2026

Bank Indonesia Kepri Musnahkan 5.454 Lembar Uang Palsu

spot_img

Berita Terkait

Bank Indonesia memusnahkan uang tidak asli. F. Istimewa

batampos – Tumpukan uang palsu berbagai pecahan dimasukkan ke mesin penghancur di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Kamis lalu. Dalam hitungan menit, ribuan lembar yang sebelumnya menyerupai Rupiah itu berubah menjadi serpihan kecil. Total sebanyak 5.454 lembar uang tidak asli dimusnahkan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.

Pemusnahan dilakukan Bank Indonesia bersama unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Provinsi Kepulauan Riau. Sejumlah institusi terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain Polda Kepulauan Riau, Badan Intelijen Negara Daerah Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widiarto P., mengatakan uang palsu yang dimusnahkan berasal dari hasil temuan masyarakat dan proses sortir uang perbankan sepanjang November 2022 hingga Desember 2025.

“Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan ini tercatat sebanyak 5.454 lembar dan berasal dari hasil proses pengolahan uang dan temuan masyarakat di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Rony, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut dia, seluruh uang yang dimusnahkan telah melalui tahapan identifikasi dan pengujian keaslian oleh Bank Indonesia. Setelah dipastikan tidak asli, barang bukti diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses penyidikan lebih lanjut sebelum akhirnya dimusnahkan berdasarkan persetujuan Pengadilan Negeri Batam.

Proses penghancuran dilakukan menggunakan mesin racik kertas milik Bank Indonesia. Mesin itu mengubah uang menjadi potongan-potongan kecil sehingga tidak lagi dapat dikenali atau digunakan kembali.

Bank Indonesia menilai tren peredaran uang palsu secara nasional menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Rony menyebut perkembangan teknologi unsur pengaman pada Rupiah menjadi salah satu faktor yang membuat uang semakin sulit dipalsukan.

Data Bank Indonesia menunjukkan rasio temuan uang palsu turun dari 5 ppm (piece per million) pada 2023 menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025. Angka tersebut menggambarkan jumlah uang palsu yang ditemukan dalam setiap satu juta lembar uang beredar.

“Hal ini menunjukkan kualitas unsur pengaman Rupiah semakin baik dan sulit dipalsukan,” ujar Rony.

Bank Indonesia juga mengklaim kualitas desain dan pengamanan Rupiah mendapat pengakuan internasional. Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 sebelumnya memperoleh penghargaan dalam ajang IACA Currency Awards 2023 sebagai salah satu seri uang terbaik dunia. Sementara pecahan Rp50 ribu emisi 2022 disebut masuk daftar mata uang dengan tingkat keamanan tinggi versi lembaga pemeringkat internasional BestBrokers pada 2024.

Selain penindakan, Bank Indonesia bersama Botasupal Kepri terus memperluas edukasi publik mengenai ciri-ciri uang asli. Sosialisasi dilakukan melalui kampanye “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” yang mendorong masyarakat mengenali keaslian uang dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.

Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi fisik uang melalui prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Bank Indonesia menegaskan Rupiah bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan negara yang kepercayaan dan keamanannya harus dijaga bersama.(*)

ReporterAzis Maulana
spot_img

UPDATE

Play sound