Sabtu, 23 Mei 2026

Perempuan Bangsa Kepri Ajak Anak Muda Melek Politik

spot_img

Berita Terkait

Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepri, Helmiaty Basri saat menggelar kegiatan “Ngobrol Pintar” (Ngopi) bertema Anak Muda dan Politik di kantor DPW Perempuan Bangsa Kepri, Jalan Orchard Park Nomor E-6, Batam Kota, Jumat (22/5). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menggelar kegiatan “Ngobrol Pintar” (Ngopi) bertema Anak Muda dan Politik di kantor DPW Perempuan Bangsa Kepri, Jalan Orchard Park Nomor E-6, Batam Kota, Jumat (22/5). Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi bagi kalangan muda untuk memahami pentingnya peran generasi muda dalam mengawal jalannya pemerintahan dan kehidupan demokrasi.

Acara itu melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kota Batam, di antaranya Sapma Pemuda Pancasila Kota Batam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) , Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa (IKAMI) Sumsel. Kehadiran berbagai elemen pemuda tersebut menunjukkan tingginya antusiasme anak muda terhadap isu politik dan kebangsaan.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepri, Helmiaty Basri mengatakan, kegiatan itu digelar untuk mendorong generasi muda agar tidak apatis terhadap politik. Menurutnya, anak muda memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal arah pembangunan bangsa dan negara di masa depan.

“Anak muda adalah harapan bangsa. Negara ini ke depannya akan dipimpin generasi muda. Jalan pemerintahan harus dikontrol dan itu menjadi tugas anak muda. Mau tidak mau, anak muda harus melek politik,” ujar Helmiaty dalam forum diskusi tersebut.

Dalam kegiatan itu, sejumlah tokoh muda turut menjadi narasumber, di antaranya Fazarina Nurfatiha dan Muhammad Irfan. Mereka membahas pentingnya pemahaman politik sejak dini, termasuk bagaimana generasi muda dapat berkontribusi melalui jalur organisasi maupun partai politik tanpa harus terjebak dalam politik praktis.

Helmiaty menambahkan, forum tersebut tidak bertujuan mengajarkan politik praktis kepada peserta, melainkan membangun kesadaran politik generasi muda agar mampu mengawal kebijakan pemerintah secara kritis dan konstruktif. Di akhir kegiatan, peserta juga diajak mengikuti survei terkait berbagai konflik politik yang terjadi sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran politik di kalangan anak muda. (*)

spot_img

UPDATE

Play sound