Rabu, 3 Juni 2026

Penumpang Keluhkan Keterlambatan Kapal Punggur-Buton, Ini Penjelasan ASDP Batam

spot_img

Berita Terkait

Suasana di dalam Kapal Lome tujuan Punggur – Buton. Foto Abdul Rozak

batampos – Keterlambatan keberangkatan kapal dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam menuju Buton dikeluhan sejumlah penumpang, Selasa (2/6). Selain harus menunggu berjam-jam, penumpang juga mengaku minim dapat informasi resmi terkait penyebab molornya jadwal keberangkatan.

Salah seorang penumpang, Abdul Rozak, mengatakan kapal yang ditumpanginya dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB. Namun hingga sore hari, kapal belum juga meninggalkan pelabuhan.

“Seharusnya berangkat jam 2 siang. Sekitar jam 4 lewat kami baru mendapat informasi kalau kapal sedang mengisi bahan bakar. Setelah itu penumpang baru dipersilakan masuk ke kapal,” ujarnya, Selasa (2/6).

Menurut Abdul, ketidakjelasan informasi selama menunggu membuat para penumpang resah. Bahkan, beredar berbagai isu yang belum tentu benar, termasuk kabar bahwa kapal mengalami kendala bahan bakar.

Baca Juga: Pengiriman Barang dari Batam Dinilai Lebih Efisien karena Penyederhanaan Dokumen FTZ

“Yang membuat panik itu banyak isu yang beredar. Ada yang bilang kapal tidak ada bahan bakar dan macam-macam. Kalau sejak awal ada penjelasan resmi, tentu penumpang bisa memahami kondisi yang terjadi,” katanya.

Ia menuturkan, hingga pukul 17.35 WIB kapal baru mulai bergerak meninggalkan pelabuhan. Padahal seluruh penumpang telah menunggu cukup lama di ruang tunggu Terminal Telaga Punggur.

Selain minim informasi di pelabuhan, Abdul juga menyoroti aplikasi pemesanan tiket yang dinilai belum memberikan informasi lengkap kepada penumpang.

“Di aplikasi hanya ada harga tiket, tujuan, dan tanggal keberangkatan. Tidak ada informasi nomor kursi maupun posisi tempat duduk. Setelah masuk kapal baru diketahui fasilitasnya berupa tempat tidur dan kursi,” ujarnya.

Abdul mengaku dirinya bersama tujuh anggota keluarga berangkat untuk menghadiri acara keluarga. Karena itu, keterlambatan tersebut cukup mengganggu agenda perjalanan yang telah direncanakan.

Ia berharap ke depan pihak operator maupun pengelola pelabuhan dapat lebih terbuka kepada penumpang apabila terjadi keterlambatan.

“Kalau memang ada keterlambatan, sampaikan saja apa penyebabnya. Penumpang pasti bisa mengerti. Yang penting informasinya jelas dan tidak membuat kami termakan isu yang belum tentu benar,” katanya.

Baca Juga: Ombudsman Nilai Trans Batam Butuh Jalur Khusus agar Warga Mau Beralih dari Kendaraan Pribadi

Sementara General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, memastikan tidak ada masalah pada kapal yang beroperasi. Menurutnya, keterlambatan terjadi karena pengaturan pola sandar kapal di pelabuhan yang cukup padat.

“Untuk kapal tidak ada masalah. Keterlambatan terjadi karena pengaturan jadwal sandar dengan kapal lain yang juga beroperasi di lintasan jarak jauh,” ujarnya.

Reno menjelaskan, Pelabuhan Telaga Punggur hanya memiliki dua dermaga. Satu dermaga digunakan untuk lintasan Punggur-Uban, sementara satu dermaga lainnya melayani kapal-kapal antarpulau jarak jauh.

Pada hari yang sama, terdapat beberapa kapal yang harus bergantian sandar, di antaranya KM Satria, KM Teluk Singkil, dan KM Lome. Kondisi tersebut menyebabkan proses naik turun penumpang dan keberangkatan kapal mengalami penyesuaian jadwal.

“Jadi bukan karena kapal mengalami gangguan teknis atau kehabisan bahan bakar. Murni karena pengaturan pola sandar di dermaga yang harus bergantian dengan kapal lainnya,” tegas Reno. (*)

ReporterYashinta
spot_img

UPDATE

Play sound