
batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mencatat sebanyak 255.406 penumpang domestik dan internasional melintas melalui seluruh pelabuhan di Batam selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan jumlah penumpang pada periode tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Pada periode 18 hingga 24 Mei 2026, jumlah penumpang yang tercatat hanya sebanyak 149.693 orang.
“Terjadi peningkatan sekitar 41 persen pada periode libur panjang ini. Pergerakan penumpang cukup tinggi, terutama di pelabuhan internasional,” ujar Takwim, Kamis (4/6).
Menurut dia, lonjakan penumpang didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata ke Batam.
Data KSOP menunjukkan puncak kedatangan penumpang internasional terjadi pada 30 Mei 2026 dengan jumlah mencapai 24.562 orang. Sementara pada 29 Mei tercatat 15.914 penumpang, 31 Mei sebanyak 14.527 penumpang, 1 Juni mencapai 11.422 penumpang, dan 28 Mei sebanyak 10.040 penumpang.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari normal sebelum periode liburan. Sebagai gambaran, pada 18 Mei 2026 jumlah penumpang internasional yang datang ke Batam tercatat sekitar 5.997 orang.
Takwim menjelaskan Pelabuhan Internasional Batam Centre masih menjadi pintu masuk dan keluar penumpang internasional paling sibuk selama periode tersebut. Tingginya arus penumpang melalui pelabuhan itu menunjukkan Batam tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari negara tetangga.
“Untuk pergerakan internasional paling ramai melalui Pelabuhan Batam Centre, kemudian disusul Harbour Bay, Nongsa, Sekupang, dan Gold Coast Bengkong,” katanya.
Menghadapi tingginya arus penumpang, KSOP Batam melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran pelayanan dan keselamatan pelayaran. Sejumlah personel tambahan ditempatkan di terminal penumpang melalui sistem bantuan kendali operasi (BKO) dari berbagai bidang teknis.
Selain itu, tim patroli laut juga disiagakan selama 24 jam di titik-titik dengan aktivitas pelayaran tinggi. Pemeriksaan terhadap kapal yang akan berangkat turut diperketat guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan.
“Yang dilakukan antara lain menambah personel pada setiap terminal, menyiagakan tim patroli kapal selama 24 jam di titik dengan pergerakan tinggi, serta meningkatkan pemeriksaan secara ketat oleh petugas pemberangkatan kapal,” jelas Takwim.
Ia memastikan seluruh pelayanan dan pengawasan selama periode 26 Mei hingga 1 Juni berjalan lancar. Meskipun terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, aktivitas pelayaran di seluruh pelabuhan Batam tetap aman, tertib, dan terkendali.
Tingginya jumlah kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan Batam masih menjadi salah satu gerbang utama pergerakan wisatawan dan pelaku perjalanan di wilayah perbatasan Indonesia, terutama bagi wisatawan yang datang dari Singapura dan Malaysia.(*)



