Minggu, 28 Juni 2026

Tiket Pelni dari Batam Ludes Terjual, Pelni Bantah Ada Permainan Calo

Berita Terkait

Ilustrasi kapal Pelni sedang berlayar. F. Istimewa

batampos – Tiket kapal penumpang PT Pelni (Persero) untuk keberangkatan dari Batam dilaporkan habis terjual. Di tengah tingginya permintaan, masyarakat diimbau tidak tergiur tawaran tiket dari calo yang mengklaim masih memiliki stok dan menjualnya dengan harga jauh di atas tarif resmi.

Kepala Operasional PT Pelni Cabang Batam, Mulyadi, memastikan seluruh kuota tiket yang tersedia, termasuk tiket non-seat, telah habis terjual melalui sistem penjualan daring.

“Benar, tiket sudah habis terjual dan tidak tersedia lagi di internet,” kata Mulyadi,Rabu (24/5).

Kelangkaan tiket di tengah meningkatnya kebutuhan perjalanan laut memunculkan isu adanya praktik pemborongan tiket oleh calo untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Namun, Mulyadi membantah tudingan tersebut.

Menurut dia, seluruh proses penjualan tiket dilakukan secara transparan melalui sistem online sehingga peluang terjadinya penimbunan tiket sangat kecil. Bahkan, tiket non-seat yang sempat dibuka penjualannya beberapa hari terakhir juga telah habis dibeli masyarakat melalui kanal resmi.

“Jangan percaya dengan iming-iming calo. Tiket non-seat juga kami jual secara online sejak beberapa hari lalu sampai tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan semuanya sudah habis terjual,” ujarnya.

Mulyadi menegaskan Pelni tidak berencana membuka tambahan kuota tiket untuk penjualan umum. Saat ini, perusahaan hanya menyisakan sejumlah kecil tiket yang diperuntukkan bagi kondisi tertentu yang bersifat mendesak.

“Sudah habis semua. Kami hanya menyisakan sekitar 20 tiket untuk kebutuhan darurat atau kondisi mendesak di lapangan,” katanya.

Meski demikian, informasi mengenai aktivitas calo masih beredar di tengah masyarakat. Sejumlah calon penumpang mengaku menerima tawaran tiket dengan harga mencapai dua kali lipat dari tarif resmi, meskipun seluruh kuota tiket dinyatakan telah habis.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena berpotensi merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan transportasi laut. Pelni mengingatkan calon penumpang agar hanya melakukan pembelian melalui kanal resmi perusahaan dan menghindari transaksi dengan pihak yang tidak memiliki kewenangan menjual tiket.

Tingginya animo masyarakat terhadap layanan kapal Pelni dari Batam dalam beberapa waktu terakhir membuat tiket cepat terserap pasar. Kondisi itu kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menawarkan jasa perantara dengan harga yang tidak wajar.

Pelni berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mudah percaya pada klaim pihak-pihak yang mengaku memiliki akses khusus terhadap tiket yang telah dinyatakan habis terjual. Dengan membeli melalui jalur resmi, penumpang tidak hanya mendapatkan harga sesuai ketentuan, tetapi juga terjamin dari risiko penipuan maupun tiket tidak valid.(*)

UPDATE